TABLOIDELEMEN.com – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Purbalingga secara resmi menyelenggarakan diskusi tatap muka dalam rangkaian kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2026.
Kegiatan ini menjadi puncak pembekalan bagi para peserta yang sebelumnya telah menyelesaikan pendidikan mandiri melalui modul dan video pembelajaran selama dua minggu, terhitung sejak 8 hingga 22 Juni 2026.
Pertemuan di Aula Bawaslu Kabupaten Purbalingga ini menghadirkan jajaran Bawaslu Provinsi Jawa Tengah secara daring, Bawaslu Kabupaten Purbalingga
Serta perwakilan Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Purbalingga.
Andalan Cabang Urusan Penegak Putra di Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten, Tusmono, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terbangun
Ia juga sekaligus menegaskan dukungan penuh Pramuka terhadap upaya Bawaslu dalam membentuk kader pengawas berkualitas.
“Kami menitipkan anggota Pramuka ini kepada Bawaslu agar memperoleh pendidikan pengawas yang baik,” katanya.
Ketua Bawaslu Kabupaten Purbalingga, Misrad, menekankan pentingnya peran generasi muda sebagai mitra strategis pengawasan.
Menurutnya, usia muda yang belum terkontaminasi kepentingan politik praktis menjadi modal utama untuk menjunjung tinggi integritas demokrasi.
Keterlibatan generasi muda sangat vital untuk membantu mengurangi potensi pelanggaran
Serta meminimalkan konflik dalam pelaksanaan pemilu. Meski tahapan Pemilu berikutnya baru akan mulai pada 2027.
“Kami berharap para peserta dapat menjadi agen pengawasan partisipatif sejak dini,” jelas Misrad.
Cetak Kader Pengawas Partisipatif Melalui Sinergi Pramuka
Anggota Bawaslu Provinsi Jawa Tengah, Nur Kholiq, menjelaskan bahwa pendidikan ini merupakan implementasi nyata dari amanat Pasal 94 UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum yang menginstruksikan Bawaslu untuk terus mengembangkan pengawasan partisipatif.
Karena pada Pemilu 2024 lalu, pemilih pemula dari Generasi Z mencapai sekitar 40 persen dari total 29,7 juta pemilih di Jawa Tengah.
Menuju Pemilu 2029, tantangan ini akan berlanjut dengan masuknya Generasi Alpha.
“Oleh karena itu, kita perlu menyiapkan generasi muda yang kritis, aktif, dan memiliki pemahaman mendalam tentang seluruh tahapan serta aturan kepemiluan,” papar Nur Kholik.
Dengan berakhirnya rangkaian P2P ini, Bawaslu Kabupaten Purbalingga optimis bahwa pembenihan kader pengawas lewat sinergi Gerakan Pramuka akan menjadi pondasi kuat.
Harapannya terwujudnya Pemilu Tahun 2029 yang demokratis, berintegritas, dan bermartabat.

Menulis itu tentang mau atau tidak. Saya meyakini hambatan menulis bukan karena tidak bisa menulis, tetapi karena merasa tidak bisa menulis dengan baik
Baca update artikel lainnya di Google Berita

















