TABLOIDELEMEN.COM – Zona Kreatif Kang Oye (ZEKO) yang berada di Joglo Janggleng, Jalan Gunung Kraton, RT 05 RW 01 Desa Babakan, Kecamatan Kalimanah, Kabupaten Purbalingga resmi beroperasi pada Sabtu 24 Oktober 2026.
Peluncuran wadah kreatif ini bertepatan dengan perayaan Hari Ekonomi Kreatif Nasional melalui pementasan Anugerah Ciprat Nusantara 2026.
Selanjutnya, Zeko akan terbuka bagi seluruh elemen masyarakat, pemikir, serta pembina industri kreatif untuk menyatukan potensi daerah setiap hari Santu dan Minggu.
Owner Zeko, Adi Purwanto mengatakan, Purbalingga memiliki deretan perajin berbakat yang menghasilkan karya seni berbasis teknik ciprat pada busana maupun lukisan.
Pihaknya sengaja menyatukan pembatik, pelukis abstrak, perancang busana, produsen kaos, serta pembuat kerajinan tangan dalam satu kawasan terpadu.
“Kami melihat teknik ciprat memiliki daya tarik visual yang sangat unik serta prospek bisnis yang amat cerah,” katanya.
Anugerah Ciprat Nusantara 2026 Wadah Ekspresi Seniman Lokal
Ia mengatakan, Anugerah Ciprat Nusantara 2026 menghadirkan momentum emas bagi perkembangan industri kreatif di wilayah Kabupaten Purbalingga.
Pihaknya merancang ajang ini untuk memperkenalkan keindahan produk seni lokal kepada masyarakat luas.
“Jadi itu alasan kenapa saya akan mengangkat kegiatan bertajuk Anugerah Ciprat Nusantara 2026,” kata Founder ZEKO, Adi Purwanto Oye.
Pria yang akrab disapa Kang Oye ini menjelaskan bahwa karya batik motif ciprat sejatinya sudah banyak diproduksi oleh perajin daerah.
Namun, publik belum mengenal secara luas hasil karya indah tersebut karena minimnya sarana promosi.
Pelukis aliran abstrak, perancang busana siap pakai, hingga pembuat produk kerajinan juga telah menerapkan teknik serupa.
“Cuma belum terangkat dan terkenal. Karena mereka sekarang bermain sendiri-sendiri. Sehingga kita satukan di Zeko,” katanya.
Pengelola menjadwalkan agenda pameran karya secara berkala setiap akhir pekan demi menjaga keberlanjutan ekosistem seni lokal.
Pihaknya bahkan sudah mengirimi berbagai contoh produk kerajinan ke luar negeri untuk menembus pasar ekspor internasional.
“Kita sedang mencoba menjajaki pangsa luar negeri dengan memasarkan terkait dengan produk-produk ciprat Purbalingga,” katanya.
Teknik pembuatan ciprat menyajikan estetika yang sangat memikat ketika berpadu harmonis dengan beragam motif seni lainnya.
Oleh karena itu, manajemen mendorong para seniman daerah agar terus melahirkan karya inovatif yang sesuai dengan tren pasar terkini.
“Teman-teman pegiat seni di Purbalingga harus berani mencoba kreasi-kreasi yang baru. Seperti keinginan pasar apa, coba kita luncurkan,” katanya.
Respon Positif Generasi Muda untuk Zona Kreatif Kang Oye
Pembukaan ZEKO memicu antusiasme tinggi dari kalangan mahasiswa serta generasi muda yang membutuhkan ruang ruang berekspresi positif.
Kehadiran pusat seni di dekat kawasan perkotaan ini memberikan pilihan sarana rekreasi edukatif bagi masyarakat sekitar.
“Jadi menurut saya sangat bermanfaat dan penting banget sih,” kata pengunjung ZEKO, Haya Ramdani.
Mahasiswa Desain Komunikasi Visual Telkom University Purwokerto ini menganggap ZEKO sebagai tempat yang cocok untuk melepas penat atau healing.
Haya mendorong para seniman senior agar mau membimbing generasi muda dalam mengembangkan bakat seni mereka secara berkelanjutan.
“Zeko ini Jadinya seru banget, harusnya lebih memperbanyak acara seperti ini. Jadi para Gen Z tuh bisa ikut partisipasi,” katanya.
Pengunjung lain menilai kolaborasi dengan pemilik kedai kopi dapat memperluas jangkauan program seni di kalangan pemuda.
Kegiatan melukis bersama sembari menikmati cangkir kopi menjadi ide menarik yang sangat diminati para pengunjung muda.
Sehingga terwujudlah sinergi antara seniman profesional, pengelola tempat, dan generasi muda ini makin memperkokoh perkembangan ekonomi kreatif Purbalingga secara menyeluruh.
“Menghadirkan momen ngopi sambil melukis mungkin bisa seperti itu,” kata pengunjung ZEKO, Nouval Syahidan Ramadan.

Menulis itu tentang mau atau tidak. Saya meyakini hambatan menulis bukan karena tidak bisa menulis, tetapi karena merasa tidak bisa menulis dengan baik
Baca update artikel lainnya di Google Berita
















