TABLOIDELEMEN.COM – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pemalang menyelenggarakan Pelatihan Bahasa Isyarat bagi Anggota dan Sekretariat KPU Kabupaten Pemalang.
Kegiatan ini menghadirkan Guru SLB Negeri 1 Pemalang, Fika Ifazati, sebagai narasumber utama.
Peserta mempelajari dua sistem isyarat sekaligus, yakni Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) dan Sistem Isyarat Bahasa Indonesia (SIBI).
BISINDO menjadi sarana komunikasi natural komunitas Tuli, sedangkan SIBI berlaku dalam pendidikan formal.
Acara ini juga menyajikan simulasi serta praktik langsung secara interaktif.
Staf KPU mempraktikkan bahasa isyarat bersama para siswa SLB yang hadir mendampingi narasumber.
Ketua KPU Kabupaten Pemalang Agus Setiyanto menegaskan komitmen lembaga dalam mewujudkan pelayanan publik yang inklusif.
Pihaknya ingin memastikan KPU bisa komunikasi dengan bahasa isyarat, agar ketika ada temen tuli yang datang ke kantor KPU tidak kesulitan berkomunikasi.
“Ini juga bagian dari komitmen KPU agar pemilu nanti berjalan akses bagi semua kalangan,” tegas Agus.
Komitmen Pelayanan Inklusif Pemilu Melalui Pelatihan Bahasa Isyarat
Narasumber Fika Ifazati membagikan cerita mengenai keberadaan komunitas Tuli di wilayah Pemalang.
Ia mengajak masyarakat yang berminat belajar agar mendatangi SLB Negeri 1 Pemalang atau mengikuti kegiatan pekanan.
“Biasanya tiap Minggu pagi di Alun-alun Pemalang teman-teman Tuli kumpul dan masyarakat bisa belajar bahasa isyarat di situ,” ujar Fika.
Melalui upaya pelatihan ini, KPU Kabupaten Pemalang bertekad menghadirkan pelayanan terbaik yang ramah, setara, serta aksesibel bagi seluruh lapisan masyarakat.

Meletakkan literasi digital menjadi urgensi, sebagai upaya transformasi untuk menghasilkan talenta digital dan menjadi rujukan informasi yang ramah anak, aman tanpa konten negatif.
Baca update artikel lainnya di Google News























