Melirik Ana Vionita Ungkapkan Perasaan Melalui Aliran Lukis Realis

Melukis bagi Ana Vionita menjadi cara efektif untuk menuangkan perasaan melalui sapuan kuas pada kanvas. Foto Dokumen Pribadi.
Melukis bagi Ana Vionita menjadi cara efektif untuk menuangkan perasaan melalui sapuan kuas pada kanvas. Foto Dokumen Pribadi.

TABLOIDELEMEN.com – Melukis bagi Ana Vionita bukan sekadar hobi, melainkan sarana pelepas lelah serta pengisi waktu luang.

Aktivitas kreatif ini memerlukan ketenangan jiwa dan suasana hati yang mendukung agar membuahkan karya yang memuaskan.

Bagi ibu tiga anak ini, melukis menjadi cara efektif untuk menuangkan perasaan melalui sapuan kuas pada kanvas.

Keterampilan melukis tersebut tumbuh sejak masa sekolah dasar karena darah seni mengalir dari sang ayah.

Berbagai penghargaan pernah ia raih melalui ajang perlombaan seni rupa.

Bacaan Lainnya
Milo

Kemudian, pengalaman tersebut terus berkembang hingga masa sekolah menengah pertama melalui kegiatan ekstrakurikuler.

Ia juga memperoleh bimbingan intensif dari guru seni lukis saat masa sekolah menengah atas.

Fokus Aliran Realis

Lukisan yang muncul mayoritas mengusung aliran realis dengan objek manusia sebagai fokus utama.

“Penggunaan cat akrilik menjadi pilihan utama dalam menciptakan karya seni tersebut,” kata Ita, panggilan akrab pegawai negeri sipil pada DKKPP Purbalingga ini, Senin 27 April 2026.

Ukuran kanvas pun bervariasi, mulai dari yang mungil hingga berukuran besar mencapai 100 sentimeter kali 90 sentimeter.

Selain itu, proses kreatif biasanya berlangsung pada malam hari karena suasana tenang mampu memaksimalkan fokus.

Waktu penyelesaian satu karya sangat bergantung pada suasana hati, sehingga durasinya berbeda-beda setiap kesempatan.

Namun, ia cenderung menghindari penggambaran wajah tokoh terkenal secara mendetail.

Oleh karena itu, alasan utamanya adalah tuntutan kemiripan yang cukup berat serta keinginan untuk menjaga kebebasan artistik.

“Cukup berat karena tuntutan kemiripan wajah tokoh terkenal secara mendetail,” katanya.

Rencana Membuka Kelas Lukis

Dengan berjalannya waktu, muncul keinginan untuk menularkan pengetahuan seni lukis kepada orang lain sebagai media menyalurkan emosi.

Ia mempunyai rencana membuka kelas lukis bagi pemula. Ita memulai dari kedua anaknya terlebih dulu, Farah dan Salisa, yang kini sudah mulai tertarik melukis.

“Sebaliknya, anak pertamanya, Aretha, belum mau melukis karena kesibukan waktu bekerja,” katanya.

Ia mengungkapkan alasan keinginan membuka kelas melukis, banyak orang merasa bingung saat hendak mengungkapkan perasaan.

“Kelas seni lukis ini hadir sebagai jawaban solutif,” kata istri dari Nurudin Rumekso ini.

Ia berharap transfer pengetahuan yang tepat akan memudahkan perjalanan kreatif orang lain.

Namun, tantangan utama seperti manajemen waktu dan tenaga menjadi kendala yang membuat rencana tersebut belum terealisasi hingga sekarang.

“Saya cuma terkendala manajemen waktu dan tenaga. Semoga dapat terwujud ya,” katanya.

Namun demikian, semangat untuk terus berbagi ilmu dan berkarya tetap menjadi motivasi kuat.

Pada akhirnya, ia meyakini setiap individu memiliki potensi seni yang perlu terasah.

“Melukis bukan sekadar teknik, melainkan langkah sederhana untuk menemukan ketenangan dan kepuasan batin melalui ekspresi visual yang bermakna,” pungkasnya.

Pos terkait

Milo