TABLOIDELEMEN.COM – Banyak umat Muslim menyambut Tahun Baru Islam dengan tradisi meminum susu putih pada malam 1 Muharram.
Kebiasaan ini merupakan bentuk tafa’ul, yaitu langkah mengharap kebaikan serta keberkahan dari Allah SWT untuk lembaran hidup yang baru.
Secara historis, tradisi tersebut bersumber dari kebiasaan Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki.
Ulama terkemuka asal Makkah ini kerap membagikan susu putih kepada para santrinya setiap pergantian tahun Hijriah.
Cairan putih tersebut menjadi lambang kesucian hati, kebersihan jiwa, serta optimisme menghadapi masa depan.
Masyarakat melestarikan momentum ini sebagai sarana muhasabah dan pengingat untuk terus memperbaiki diri.
Meskipun demikian, syariat Islam tidak mewajibkan amalan ini.
Al-Qur’an maupun hadis tidak memuat dalil khusus yang menyebutkan keutamaan tertentu dari meminum susu pada awal tahun.
Oleh karena itu, masyarakat sebaiknya memandang tradisi ini murni sebagai simbol doa dan harapan baik, bukan suatu ritual yang secara otomatis mendatangkan pahala khusus.
Melalui pemahaman tersebut, esensi menyambut tahun baru Hijriah tetap terjaga.
Tradisi ini memperkuat semangat spiritual umat tanpa mencampuradukkan budaya dengan syariat yang bersifat mengikat.

Menulis itu tidak selalu dengan paragraf-paragraf yang panjang. Menulislah tentang perasaan kita dan tentang apa yang ada dipikiran kita. Tanpa tersadar, kita sesungguhnya telah menulis.
Baca update artikel lainnya di Google Berita


















