Verifikasi Stadion Goentoer Darjono
Sebelumnya, tim verifikator PSSI memeriksa mendetail fasilitas stadion berkapasitas 15 ribu penonton, mulai dari ruang ganti hingga kualitas rumput.
Meski bangunan terlihat kokoh, tim verifikator menemukan sejumlah catatan teknis yang memerlukan perhatian serius pengelola.
Peninjauan mencakup aspek tribun, sarana pendukung, hingga dimensi lapangan sebagai inti kelayakan pertandingan resmi.
Kehadiran tim pusat bertujuan memastikan setiap aspek keamanan serta kenyamanan pemain dan penonton memenuhi standar nasional.
Deputi Sekjen PSSI, Dessy Arfianto, mengapresiasi kondisi umum stadion yang menurutnya masuk kategori layak.
Namun, ia menekankan standar operasional tetap harus tegak lurus dengan aturan berlaku.
Beberapa temuan lapangan menuntut perbaikan segera sebelum kompetisi bergulir agar tidak menghambat jalannya pertandingan.
“Secara umum saya lihat kekurangannya adalah minor. Hanya perlu pembenahan kecil saja,” ungkap Dessy, Jumat 10 April 2026.
Meski menganggap kekurangan bersifat ringan, PSSI mewajibkan penyelenggara melakukan penyesuaian demi menjaga integritas kompetisi.
“Kami menyoroti pada ukuran lapangan yang melenceng dari standar teknis federasi,” katanya.
Data menunjukkan panjang lapangan mencapai 110 meter dengan lebar 57,5 meter.
Sementara aturan baku menetapkan angka 105 meter kali 58 meter.
“Ketidaksesuaian ini mengharuskan pengerjaan ulang garis lapangan agar sesuai regulasi resmi,” katanya.
Menurutnya, selain luas area bermain, diameter tiang gawang turut menjadi poin evaluasi penting dalam laporan tim.
“Saat ini, tiang gawang stadion memiliki ukuran 14 inci. Padahal standar internasional membatasi maksimal 12 inci,” katanya.

Menulis itu tidak selalu dengan paragraf-paragraf yang panjang. Menulislah tentang perasaan kita dan tentang apa yang ada dipikiran kita. Tanpa tersadar, kita sesungguhnya telah menulis.
Baca update artikel lainnya di Google Berita


















