PURWOKERTO | TABLOIDELEMEN.com – Universitas AMIKOM Purwokerto resmi mengukuhkan Prof. Dr. Imam Tahyudin sebagai Guru Besar dalam bidang Machine Learning Biomedis pada Sabtu 11 April 2026.
Prosesi pengukuhan yang berlangsung khidmat di Aula Kampus Utama ini menandai capaian akademik tertinggi bagi pakar teknologi kesehatan tersebut.
Sosok Prof. Imam merupakan alumnus Universitas Kanazawa, Jepang, yang memfokuskan risetnya pada transformasi kesehatan melalui kecerdasan artifisial (AI).
Rekam jejaknya mencakup 56 karya ilmiah terindeks Scopus dengan H-indeks 8, serta H-indeks Google Scholar mencapai angka 12.
Selain itu, pakar ini mengantongi lebih dari 10 Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dan telah menerbitkan 15 judul buku.
Prestasi tersebut melengkapi gelar Dosen Berprestasi tingkat Provinsi Jawa Tengah yang ia raih pada tahun 2024 silam.
Dalam orasi ilmiahnya, Prof. Imam mengangkat judul “Machine Learning Biomedis untuk Mendukung Transformasi Kesehatan di Indonesia (Studi Kasus Penyakit Stroke)”.
Ia memaparkan bagaimana pemanfaatan AI mampu melakukan deteksi dini serta memprediksi risiko stroke hanya berdasarkan data medis pasien.
Integrasi teknologi dan data kesehatan menjadi kunci utama guna mewujudkan layanan medis yang lebih presisi serta terjangkau bagi masyarakat luas.
Rektor Universitas AMIKOM Purwokerto, Assoc. Prof. Dr. Berlilana, menegaskan bahwa pengukuhan ini merupakan bukti nyata komitmen institusi dalam melahirkan riset yang berdampak luas.
“Bidang machine learning biomedis sangat relevan untuk mendukung transformasi sistem kesehatan nasional,” kata Berlilana saat memberikan sambutan.
Kehadiran guru besar baru ini diharapkan mampu mempercepat inovasi teknologi kesehatan yang sangat dibutuhkan oleh sektor medis Indonesia saat ini.

Bagi saya yang juga seorang ibu rumah tangga, menulis dapat dijadikan media terapi. Berbagi cerita, mengungkapkan emosi, meredakan stres, dan melepaskan kebosanan.
Baca update artikel lainnya di Google News


















