Keputusan Wasit Saat Laga Persibangga Lawan Persinga Ngawi Picu Polemik  

Pertandingan Persibangga Purbalingga melawan Persinga Ngawi di Stadion Sriwedari, Solo, Senin 29 Juni 2026yang wasit Hafizullah Faridh pimpin tersebut penuh ketegangan serta sorotan atas sejumlah keputusan kontroversial selama masa permainan.
Pertandingan Persibangga Purbalingga melawan Persinga Ngawi di Stadion Sriwedari, Solo, Senin 29 Juni 2026yang wasit Hafizullah Faridh pimpin tersebut penuh ketegangan serta sorotan atas sejumlah keputusan kontroversial selama masa permainan.

TABLOIDELEMEN.com –  Laga pembuka babak 8 besar Liga 4 Nasional Piala Presiden 2026 antara Persibangga Purbalingga melawan Persinga Ngawi di Stadion Sriwedari, Solo, Senin 29 Juni 2026 memicu polemik.

Pertandingan yang wasit Hafizullah Faridh pimpin tersebut penuh ketegangan serta sorotan atas sejumlah keputusan kontroversial selama masa permainan.

Sorotan utama muncul pada menit ke-38. Saat itu, penyerang Persibangga, Usama Ahmad Raihan, jatuh setelah mendapat kontak fisik dari bek Persinga dalam kotak penalti.

Meskipun kejadian tampak jelas, wasit terus membiarkan permainan berjalan tanpa memberi keputusan pelanggaran.

Ketegangan berlanjut pada menit ke-42 ketika pemain Persinga, Muhammad Ridwan Arridho, menyikut bek Persibangga, Erlangga Narendra Putra.

Bacaan Lainnya
Milo

Wasit hanya memberi kartu kuning atas aksi tersebut, sebuah putusan yang menuai kritik karena dianggap kurang mencerminkan semangat fair play.

Keputusan Wasit Picu Polemik

Terlepas dari kontroversi itu, Persibangga sempat memimpin skor melalui gol Arvin Aufa Rishandy pada menit ke-32.

Keunggulan 1-0 bertahan hingga turun minum. Memasuki babak kedua, Persinga Ngawi mengubah taktik dan menyamakan kedudukan pada menit ke-47.

Sundulan keras Mohammad Ridwan Arridho membuat gawang Persibangga jebol. Persibangga mencoba membalas, tetapi penyelesaian akhir belum membuahkan hasil.

Persinga justru menambah gol lewat aksi Mohammad Ridwan Arridho pada menit ke-61 yang menutup laga dengan skor 2-1 bagi kemenangan tim asal Ngawi tersebut.

Head Coach Persibangga, M. Irfan, memilih tidak mengomentari kepemimpinan wasit. Ia lebih memilih fokus mengevaluasi tim sendiri.

“Pertandingan sore ini berjalan menarik dan cukup baik. Hanya saja tim kami sempat terjadi miss komunikasi pada lini belakang sehingga lawan mampu mencetak dua gol. Itulah seni dalam sepak bola,” katanya

“Saya tidak akan berkomentar apa pun terkait jalannya pertandingan sore ini. Ke depan saya akan lebih fokus kepada tim saya,” imbuh M. Irfan.

Ia pun menyampaikan ucapan selamat kepada Persinga Ngawi sembari menatap laga selanjutnya.

“Selamat untuk Persinga Ngawi yang berhasil meraih tiga poin pada pertandingan sore ini. Semoga Persibangga bisa meraih hasil positif pada pertandingan kedua dan ketiga nanti,” tegasnya.

Kapten Persibangga, Andre Putra Wibowo, turut memohon maaf kepada pendukung atas hasil tersebut.

“Kami sudah bermain maksimal, namun kemenangan belum berpihak kepada kami. Tidak apa-apa, insyaallah pada pertandingan selanjutnya kami bisa meraih kemenangan,” pungkasnya.

Kekalahan ini membuat Persibangga gagal meraih poin pada laga perdana.

Skuad Laskar Jenderal Soedirman kini harus berjuang keras guna menjaga peluang lolos ke fase berikutnya lewat dua laga tersisa.

 

 

Pos terkait

Milo