TABLOIDELEM.com – Samsat Keliling Banjarnegara hadir sebagai layanan jemput bola untuk memudahkan warga membayar pajak kendaraan bermotor.
Program ini menjadi implementasi nyata semangat “Ngopeni Nglakoni Jateng” dalam meningkatkan mutu pelayanan publik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Selain mendekatkan layanan kepada masyarakat, program tersebut membantu mengurai antrean pemohon pada kantor pusat.
Pada Rabu, Unit Pengelolaan Pendapatan Daerah (UPPD) Kabupaten Banjarnegara menempatkan armada Samsat Keliling pada tiga titik strategis.
Lokasinya mencakup area bekas Pos Polisi Pasar Purwareja Klampok, Kantor Kecamatan Pejawaran, serta Balai Desa Purwonegoro.
Kehadiran Samsat Keliling Banjarnegara memberi pilihan praktis bagi warga, terutama masyarakat wilayah pinggiran.
Pedagang dan pengunjung pasar juga dapat menunaikan kewajiban pajak tanpa mengganggu aktivitas harian.
Langkah proaktif UPPD Kabupaten Banjarnegara sekalPetugas Samsat Keliling melayani pemilik kendaraan mulai pukul 09.00 hingga 12igus memangkas jarak tempuh warga menuju pusat pelayanan.
Jadwal Samsat Keliling Banjarnegara dan Syaratnya
Petugas Samsat Keliling melayani pemilik kendaraan mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB.
Pemohon perlu membawa dokumen asli berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP) pemilik kendaraan, Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), serta Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB).
Pemilik kendaraan dapat melunasi kewajiban pajak maksimal 30 hari sebelum masa berlaku berakhir atau tanggal jatuh tempo.
Dengan dokumen lengkap, proses pengesahan administrasi kendaraan dapat berlangsung cepat dan lancar.
Sementara itu, kantor induk Samsat pada Jalan Letnan Jenderal S. Parman Nomor 143, Parakancanggah, tetap melayani masyarakat.
Optimalisasi Samsat Keliling turut mendorong kesadaran dan kepatuhan warga membayar pajak tepat waktu.
Selanjutnya, penerimaan pajak kendaraan bermotor mendukung pembiayaan pembangunan daerah demi kesejahteraan masyarakat Banjarnegara.

Menulis itu tentang mau atau tidak. Saya meyakini hambatan menulis bukan karena tidak bisa menulis, tetapi karena merasa tidak bisa menulis dengan baik
Baca update artikel lainnya di Google Berita

















