TABLOIDELEM.com – Samsat Keliling Banyumas kembali hadir untuk memudahkan masyarakat mengurus administrasi dan membayar pajak kendaraan tanpa harus mengambil cuti kerja.
Inovasi layanan Unit Pengelola Pendapatan Daerah (UPPD) Kabupaten Banyumas ini mendapat sambutan positif karena mampu menghemat waktu warga.
Selain kemudahan akses, jajaran UPPD Kabupaten Banyumas terus menjaga integritas dan keramahan saat melayani wajib pajak.
Program Samsat Keliling juga mendorong kesadaran masyarakat untuk menjaga kelengkapan dokumen kendaraan serta memenuhi kewajiban pajak tepat waktu.
Pada Rabu, armada Samsat Keliling Banyumas membuka pelayanan pada sejumlah wilayah.
Samsat satu melayani kawasan Kecamatan Sumbang sejak pagi hingga pukul 13.30 WIB.
Waktu pelayanan yang lebih panjang memberi kesempatan bagi warga sekitar menyelesaikan urusan administrasi tanpa mengganggu aktivitas utama.
Sementara itu, Samsat dua membagi pelayanan dalam dua sesi.
Armada tersebut melayani wilayah Kecamatan Banyumas pada sesi pertama, kemudian melanjutkan layanan ke Kecamatan Kebasen pada sesi berikutnya.
Masyarakat Kecamatan Gumelar juga memperoleh akses melalui armada Samsat Wangon.
Petugas bersiaga hingga waktu zuhur sehingga warga dapat memanfaatkan layanan sesuai kebutuhan.
Syarat dan Alur Samsat Keliling Banyumas
Dalam setiap pelayanan, petugas mengutamakan transparansi saat memproses transaksi keuangan.
Pemohon menyerahkan dokumen persyaratan, lalu petugas memeriksa data dan memastikan kesesuaian identitas serta kondisi fisik kendaraan.
Setelah pemeriksaan, petugas memberikan nota informasi resmi yang mencantumkan jumlah pajak kendaraan.
Pemohon kemudian menyelesaikan pembayaran sesuai nominal tersebut.
Usai pembayaran, petugas menyerahkan STNK yang telah memperoleh stempel pengesahan baru.
Prosedur sederhana ini membantu masyarakat menyelesaikan kewajiban administrasi tanpa proses birokrasi yang panjang.
Dengan jangkauan Samsat Keliling Banyumas yang semakin merata, pemerintah berharap kepatuhan masyarakat terhadap pajak kendaraan terus meningkat setiap tahun.
Penerimaan pajak tersebut menjadi salah satu dukungan bagi pembiayaan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

Bagi saya yang juga seorang ibu rumah tangga, menulis dapat dijadikan media terapi. Berbagi cerita, mengungkapkan emosi, meredakan stres, dan melepaskan kebosanan.
Baca update artikel lainnya di Google News

















