TABLOIDELEMEN.com – Bupati Purbalingga, Fahmi Muhammad Hanif, meresmikan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Bukateja, Senin 12 Januari 2026.
Fasilitas milik Yayasan Desa Belajar untuk Negeri ini menjadi dapur ke-79 dari total target 83 unit yang beroperasi di wilayah Kabupaten Purbalingga.
Dapur SPPG Bukateja memegang peran strategis karena menanggung suplai gizi bagi 2.072 penerima manfaat.
Sasarannya mencakup 11 sekolah di sekitar lokasi, mulai dari jenjang Taman Kanak-Kanak hingga SMA/SMK.
Kehadiran dapur ini menjadi langkah nyata Pemerintah Kabupaten Purbalingga dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui intervensi gizi berbasis komunitas.
Bersama Wakil Bupati Dimas Prasetyahani, Fahmi meninjau langsung kesiapan infrastruktur pendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) tersebut.
Dalam kunjungannya, Fahmi menekankan pentingnya penerapan kendali mutu (quality control) secara ketat pada setiap rangkaian produksi.
Ia memandang pengawasan mutu sebagai aspek krusial guna menjamin keamanan pangan serta mencegah risiko kesehatan, seperti kontaminasi atau keracunan makanan bagi para siswa.
“Pprogram ini membawa dampak positif yang luas. Mulai dari peningkatan kesehatan penerima manfaat hingga efek pengganda bagi perekonomian lokal dan penyerapan tenaga kerja,” katanya.
Sembari mengamati area kerja, Fahmi mengingatkan para pengelola agar senantiasa menjaga higienitas pada tahap pengolahan, pengemasan, hingga penyaluran.
Ia meminta petugas menggunakan peralatan sesuai standar keamanan pangan agar sajian tetap bersih sampai ke tangan penerima.
“Gunakan peralatan yang memenuhi standar agar makanan terhindar dari kontaminasi,” tegas Fahmi di sela-sela peninjauan fasilitas tersebut.
Merespons arahan tersebut, perwakilan Yayasan Desa Belajar untuk Negeri, Mugi Wahyudi, menyatakan bahwa pembangunan dapur ini sepenuhnya mengacu pada prosedur Badan Gizi Nasional (BGN).
Pihak yayasan menerapkan sistem filtrasi air yang menggunakan penyinaran ultraviolet (UV) guna memastikan air untuk memasak dan mencuci peralatan layak konsumsi serta steril.
:Seluruh tata letak dapur dan penggunaan peralatan makan telah melewati tahapan verifikasi standar kebersihan yang ketat,” tegas Mugi.

Awali dengan kepedulian, niscaya akan menjadi gagasan dalam menulis
















