TABLOIDELEMEN.COM – Pemerintah Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, mempercepat pendaftaran Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital.
Inisiatif ini bertujuan memperluas pendataan masyarakat penerima bantuan sosial (bansos) sekaligus memangkas risiko keluarga rentan terlewat dari daftar penerima.
Pemerintah daerah menggelar pelayanan terpadu pada tingkat desa dan kelurahan, terutama wilayah dengan capaian pendaftaran rendah.
Masyarakat mendapat pendampingan dari perangkat desa serta agen Perlinsos untuk mendaftar sekaligus mengaktifkan Identitas Kependudukan Digital (IKD) bersama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.
Staf Bidang Pemberdayaan Sosial DINSOSPERMASDESP3A Kabupaten Purbalingga, Danang Prastiawan menjelaskan, bahwa tim terpadu kabupaten aktif mengunjungi kawasan pedesaan guna memacu percepatan pendaftaran.
“Program jemput bola ini menjangkau 18 kecamatan dengan rata-rata mendatangi tiga desa setiap harinya,” kata Danang saat pelayanan terpadu di Balai Desa Pengadegan, Senin 26 Oktober 2026.
Menurutnya, Tujuan Perlinsos ini untuk digitalisasi bansos. Masyarakat yang layak menerima bantuan
“Baik penerima bansos saat ini maupun calon penerima, harus melalui Perlinsos agar bisa masuk dalam pendataan untuk penyaluran bantuan tahun depan,” katanya
Target Pendataan Perlinsos Digital Kabupaten Purbalingga Tahun 2026
Danang mencatat sekitar 64 ribu keluarga atau 17 persen penduduk Purbalingga sudah terdaftar hingga saat ini.
Pemerintah daerah mematok target 184 ribu keluarga atau 50 persen populasi Purbalingga masuk sistem sebelum batas akhir Desember 2026.
Guna mengejar target tersebut, Danang mengajak pemilik IKD aktif menjadi agen Perlinsos yang membantu pendataan warga sekitar.
Keterlibatan masyarakat lokal sangat menentukan kelancaran proses digitalisasi bantuan sosial ini.
“Bagi masyarakat yang belum memiliki IKD, kami sarankan mengurus aktivasi terlebih dahulu. Setelah itu, mereka bisa mendaftar Perlinsos untuk diri sendiri atau menjadi agen Perlinsos untuk membantu warga di sekitarnya,” ujar Danang.
Warga Desa Pengadegan Khamiyati merasa sangat terbantu oleh kehadiran layanan terpadu langsung di balai desa.
Kemudahan akses pendaftaran mandiri ini meningkatkan harapan kelayakan penerima bantuan secara adil.
Menurutnya, dengan adanya kegiatan ini, pendaftaran menjadi lebih mudah.
“Harapannya, bantuan sosial bisa lebih tepat sasaran karena masyarakat dapat mendaftarkan sendiri maupun orang lain yang memang membutuhkan,” katanya.
Senada dengan Khamiyati, warga Pengadegan lainnya Suliarni menyampaikan apresiasi atas kemudahan proses administratif ini.
Kehadiran petugas lapangan memastikan warga berhak menerima uluran tangan pemerintah secara optimal.
“Dengan pendaftaran yang seperti ini, masyarakat lebih mudah mengakses layanan. Harapannya, ke depan bantuan sosial bisa diberikan kepada yang memang layak mendapatkan,” ujarnya.

Awali dengan kepedulian, niscaya akan menjadi gagasan dalam menulis.
Baca update artikel lainnya di Google Berita






















