Purbalingga Terima Kuota SMK Go Global Dari KP2MI

Purbalingga meraih kuota 200 peserta program SMK Go Global dari KP2MI untuk menyiapkan tenaga kerja vokasi terampil di pasar kerja internasional.
Purbalingga meraih kuota 200 peserta program SMK Go Global dari KP2MI untuk menyiapkan tenaga kerja vokasi terampil di pasar kerja internasional.

TABLOIDELEMEN.COM – Kabupaten Purbalingga mengamankan kuota 200 peserta program SMK Go Global untuk tahun 2027 dari Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia.

Terobosan strategis ini memproyeksikan penyiapan tenaga kerja terampil agar sanggup menembus pasar kerja internasional secara resmi serta terlindungi.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga terus memacu kualitas lulusan vokasi guna menjawab tantangan pengangguran sekaligus memperluas ruang kesempatan kerja global bagi generasi muda.

Bacaan Lainnya

Kepastian alokasi kuota mengemuka saat Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Dzulfikar Ahmad Tawalla, menerima kunjungan Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif di Jakarta.

KP2MI menetapkan rincian kuota mencakup satu kelas pengelasan, lima kelas pengasuh lansia, serta empat kelas perhotelan.

“Maka konkret saja Pak, supaya kedatangan Pak Bupati seperti jarum ketemu benang, seperti potongan bertemu dengan jahitan, jadi ya sudah, welder kita kasih 1 kelas (per kelas 20 orang), caregiver kita kasih 5 kelas, hospitality kita kasih 4 kelas, jadi total 200 peserta,” ujar Dzulfikar.

Sinergi Pemkab Purbalingga Membuka Peluang Kerja Internasional Lulusan SMK

Pemerintah Daerah Purbalingga menyambut baik alokasi tahap percontohan tersebut demi mempercepat pengentasan masalah ketenagakerjaan daerah.

Bupati Fahmi Muhammad Hanif menegaskan kesiapan jajarannya mendukung penuh pelaksanaan program melalui penyiapan calon tenaga kerja yang kompeten serta berdaya saing tinggi.

“Karena kondisinya, di Purbalingga punya tantangan di lapangan pekerjaan dan kondisi perindustrian yang masih ada investasi namun belum maksimal. Sehingga kami juga mencoba mempertemukan pemilik lapangan pekerjaan dengan pencari kerja,” kata Fahmi.

Purbalingga mengandalkan potensi 34 sekolah menengah kejuruan yang mengasuh pelbagai jurusan unggulan mulai dari kesehatan, manufaktur, hingga teknik pengelasan.

Dalam kesempatan audiensi, Pemkab Purbalingga mengajukan enam usulan strategis mencakup kemitraan pelatihan bahasa asing, revitalisasi Balai Latihan Kerja, hingga pengawasan fasilitas asrama pekerja.

Data daerah mencatat sebanyak 2.782 warga Purbalingga telah bekerja ke mancanegara sepanjang kurun 2022 hingga 2026.

Sebanyak 45 persen pekerja berada pada sektor formal, sementara sisanya mengisi sektor informal dengan tujuan utama negara-negara Asia, Eropa, hingga Amerika.

Lewat program SMK Go Global, kolaborasi pendidikan vokasi dan industri global ini menjamin lulusan mengantongi sertifikasi resmi.

Serta akses penempatan aman, serta perlindungan hukum yang maksimal secara berkelanjutan.

20.44

 

 

Pos terkait