TABLOIDELEMEN.com – PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA mencatatkan kinerja keuangan yang buruk.
INKA mencetak kerugian hingga Rp 677 miliar.
Masalah serius ini terlihat jelas pada neraca ekuitas dan angka kerugian perseroan.
Perusahaan manufaktur ini juga menanggung utang yang tidak berkelanjutan (unsustain loan) sebesar Rp 4,7 triliun.
Chief Operating Officer Badan Pengelola Investasi (COO BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara), Dony Oskaria, menegaskan pentingnya perbaikan kinerja keuangan INKA.
Perbaikan tersebut membutuhkan tata kelola yang kuat, perencanaan komprehensif, serta standar praktik terbaik industri.
“Kami meminta seluruh jajaran memegang komitmen yang sama demi memajukan perusahaan,” katanya.
Dony menyebut kondisi INKA saat ini sedang tidak baik-baik saja. Ia merasa aneh melihat perusahaan manufaktur yang memiliki pasar pasti tetapi justru menderita kerugian besar.
Ia mempertanyakan penyebab utama dari timbulnya kerugian Rp 677 miliar serta beban utang Rp 4,7 triliun tersebut.

Awali dengan kepedulian, niscaya akan menjadi gagasan dalam menulis.
Baca update artikel lainnya di Google Berita























