Polsek Rembang Pasok Puluhan Kasur untuk Pengungsi Banjir Bandang

Personel Polsek Rembang Polres Purbalingga mengambil langkah nyata guna meningkatkan kenyamanan warga yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana alam.
Personel Polsek Rembang Polres Purbalingga mengambil langkah nyata guna meningkatkan kenyamanan warga yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana alam.

TABLOIDELEMEN.com – Personel Polsek Rembang Polres Purbalingga mengambil langkah nyata guna meningkatkan kenyamanan warga yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana alam.

Mereka menyalurkan puluhan buah kasur lantai ke dua titik posko pengungsian utama di wilayah Kecamatan Mrebet dan Karangreja, Rabu 28 Januari 2026

Kapolsek Rembang, Iptu Warsono, menegaskan aksi kemanusiaan ini menyasar para penyintas banjir bandang yang saat ini menempati lokasi pengungsian Desa Sangkanayu serta Desa Serang.

Penyaluran bantuan tersebut melibatkan koordinasi intensif antara aparat kepolisian, perangkat desa.

Serta petugas posko guna memastikan logistik sampai ke tangan warga yang paling membutuhkan.

Bacaan Lainnya

“Pemberian bantuan ini merupakan bentuk kepedulian institusinya terhadap aspek kesehatan dan kualitas istirahat para pengungsi,” tegasnya.

Menurutnya, cuaca yang masih tidak menentu mengharuskan masyarakat pengungsi memiliki perlengkapan tidur yang memadai agar kondisi fisik mereka tetap terjaga selama masa pemulihan.

“Kami mengirimkan total 35 kasur lantai yang terbagi menjadi 12 buah untuk Posko Pengungsian Desa Sangkanayu 23 buah untuk Posko Desa Serang,” kata Iptu Warsono.

Iptu Warsono menaruh harapan besar agar fasilitas tidur tersebut dapat membantu warga beristirahat dengan lebih layak.

Mengingat trauma yang mereka alami, kualitas tidur menjadi faktor krusial dalam mendukung stabilitas emosional serta fisik para korban.

“Semoga bantuan ini bisa meringankan beban warga di lokasi pengungsian dan mendukung pemulihan pascabencana,” tambahnya.

Bencana yang memicu gelombang pengungsian ini berawal dari hujan berintensitas tinggi.

Serta angin ribut di lereng Gunung Slamet pada akhir pekan lalu.

Banjir bandang tersebut membawa material hutan yang menghancurkan 14 unit rumah dan memutus akses jembatan penghubung dusun.

Data lapangan mencatat sebanyak 117 jiwa terpaksa mengungsi setelah tempat tinggal mereka mengalami kerusakan berat serta kehilangan harta benda berupa hewan ternak dan kendaraan.

 

Pos terkait