TABLOIDELEMEN.com – Gerakan Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Purbalingga menunjukkan kepedulian nyata terhadap warga terdampak bencana alam tanah longsor dan banjir bandang.
Ketua Kwarcab Purbalingga, Tri Gunawan Setyadi, menyerahkan donasi tunai sebesar Rp150.000.000 guna meringankan beban masyarakat di Desa Kutabawa, Serang, dan Sangkanayu.
Dana tersebut bersumber dari hasil penggalangan Bumbung Kemanusiaan Pramuka.
Bupati Purbalingga, Fahmi Muhammad Hanif, menerima secara langsung bantuan itu dalam kapasitasnya sebagai Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Ka Mabicab) Kabupaten Purbalingga.
“Untuk seluruh anggota Pramuka di Purbalingga. Terima kasih atas donasi dari bumbung kemanusiaan. Insya Allah bermanfaat meringankan masyarakat yang terkena musibah,” tutur Fahmi di Posko Tanggap Darurat Desa Serang pada Kamis, 5 Februari 2026.
Donasi Bumbung Kemanusiaan
Tri Gunawan Setyadi menjelaskan bahwa inisiatif Bumbung Kemanusiaan bertujuan membantu warga Purbalingga yang sedang menghadapi masa sulit akibat bencana.
Kesiapan dana yang telah terhimpun untuk segera tersalurkan melalui koordinasi Pemerintah Kabupaten Purbalingga.
“Dan hari ini kita serahkan ke Mas Bupati selaku Kamabicab sebesar Rp150 juta. Itu sudah terkumpul, sudah siap,” kata Tri Gunawan.
Menurutnya, transparansi menjadi komitmen utama dalam pengelolaan dana yang berasal dari anggota Pramuka di seluruh penjuru kabupaten tersebut.
Ia memastikan setiap rupiah memiliki catatan yang jelas, baik dari segi sumber maupun sasaran pendistribusiannya.
“Kita Insya Allah transparan, secara terbuka, dari mana saja sumbernya, kita tercatat saran dan distribusinya ke mana saja,” tegasnya.
Selain bantuan berupa uang tunai, Kwarcab Purbalingga bergerak masif melalui penyaluran kebutuhan logistik.
Hingga saat ini, tercatat hampir 400 paket bantuan pangan telah mencapai tangan warga yang membutuhkan di titik-titik pengungsian dan lokasi bencana.
“Termasuk logistik, kita sudah membagi lebih dari 200 paket. Terakhir ini sudah dua kali. Berarti sudah 300 lebih, hampir 400 untuk pembantuan khususnya logistik,” imbuh Tri Gunawan.
Kepedulian Pramuka tidak hanya berhenti pada materi. Tri Gunawan menggerakkan anggota dewasa serta anggota muda untuk terjun langsung ke lapangan sejak awal status tanggap darurat berlaku.
Para relawan ini terlibat aktif dalam proses evakuasi, pertolongan pertama, hingga pendirian posko-posko bantuan.
“Saat tanggap darurat membantu evakuasi, distribusi bantuan, pertolongan pertama, pendirian posko hingga pasca bencana dengan membantu pemulihan lingkungan,” kata Tri mengenai cakupan aksi personelnya.
Para anggota Pramuka ini bekerja secara sukarela tanpa pamrih.
Mereka menyasar wilayah yang sulit terjangkau kendaraan, seperti Dukuh Kaliurip, dengan membawa logistik darurat dan membantu HDPE.
Ia menegaskan, anggota Pramuka ini bekerja dengan peralatan secara manual. Karena kendala medan yang tidak memungkinkan bagi alat berat.
“Kita juga membantu di Dusun Gunungmalang, Desa Kutabawa dan Sangkanayu. Ada yang di rumah-rumah penduduk membantu membersihkan, itu pasti ada,” lanjutnya.
Hingga masa pemulihan nanti, Tri Gunawan memastikan kehadiran personel Pramuka akan tetap terlihat di titik-titik krusial, termasuk dalam operasional harian penyediaan konsumsi warga.
“Setiap harinya pasti ada anggota Pramuka yang membantu di dapur umum,” pungkas Tri Gunawan.

Menulis itu tentang mau atau tidak. Saya meyakini hambatan menulis bukan karena tidak bisa menulis, tetapi karena merasa tidak bisa menulis dengan baik
Baca update artikel lainnya di Google Berita


















