TABLOIDELEMEN.com – Bupati Purbalingga, Fahmi Muhammad Hanif, mengambil langkah tegas dengan memperpanjang Status Tanggap Darurat Bencana Banjir dan Tanah Longsor selama 14 hari ke depan.
Keputusan strategis tersebut mengemuka dalam Rapat Evaluasi yang berlangsung di Posko Tanggap Darurat Balai Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kamis 5 Februari 2026.
Langkah ini bertujuan memastikan proses penanganan dan pemulihan wilayah terdampak berjalan optimal tanpa kendala birokrasi.
“Kita putuskan untuk memperpanjang status Tanggap Darurat Bencana selama 14 hari, satu kali lagi,” tegas Bupati Fahmi.
Kebijakan perpanjangan ini muncul mengingat masa tanggap darurat tahap pertama berakhir pada 6 Februari 2026.
Berdasarkan hasil evaluasi mendalam terhadap kondisi lapangan, warga masih memerlukan berbagai bantuan logistik serta percepatan pemulihan pemukiman.
Selain itu, ancaman cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang masih melanda wilayah tersebut menjadi pertimbangan utama keselamatan masyarakat.
Dukungan Anggaran dan Logistik
Kepala Pelaksana Harian Sekretariat BPBD Provinsi Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, memberikan saran penguatan terhadap keputusan tersebut.
Ia menilai perpanjangan masa darurat memberikan legalitas bagi pemerintah untuk mengakses bantuan, dukungan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT), serta pengerahan sarana prasarana secara lebih fleksibel.
Termasuk di dalamnya adalah potensi kucuran dana material dari Kementerian Sosial guna revitalisasi rumah warga.
“Artinya ancaman terjadinya hujan lebat lagi itu masih ada. Karena kita masih butuh dukungan bantuan, masih butuh potensi anggaran yang ada. Maka tidak tabu untuk diperpanjang,” kata Bergas Catursasi Penanggungan.
Meski demikian, BPBD Provinsi Jawa Tengah mengapresiasi progres penanganan di Desa Sangkanayu, Serang, dan Kutabawa yang menunjukkan perkembangan positif sejak 24 Januari 2026.
Beberapa akses wilayah yang sebelumnya tertutup total kini mulai terbuka bagi aktivitas warga.
Sebelum memimpin rapat, Bupati Fahmi sempat meninjau langsung sejumlah infrastruktur krusial, seperti jembatan Bailey penghubung Kaliurip–Gunung Malang serta akses jembatan darurat di Dusun Bambangan.
Data BPBD Kabupaten Purbalingga mencatat bencana ini mengakibatkan kerusakan pada 126 unit rumah dan memaksa 254 jiwa bertahan di lokasi pengungsian.
Guna meringankan beban korban, berbagai pihak turut menyalurkan bantuan.
Mulai dari Kwarcab Pramuka sebesar Rp150 juta hingga bantuan dari Walikota Tono City Jepang sebanyak 150.000 Yen.
Badan Pangan Nasional melalui Perum Bulog juga menggelontorkan 20.515 kilogram beras sebagai cadangan pangan pemerintah bagi warga terdampak.

Menulis itu tentang mau atau tidak. Saya meyakini hambatan menulis bukan karena tidak bisa menulis, tetapi karena merasa tidak bisa menulis dengan baik
Baca update artikel lainnya di Google Berita


















