TABLOIDELEMEN.com – Uut Triyas Yanuar, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Askab PSSI Purbalingga, kini mengemban tugas tambahan baru sebagai Manager tim berjuluk Laskar Jenderal Soedirman tersebut.
Langkah strategis ini muncul menyusul pernyataan mundur dari manager sebelumnya, Hamzah Asadullah.
Melalui unggahan resmi akun Instagram @persibangga.id pada Jumat 27 Februari 2026 malam, manajemen menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi Hamzah Asadullah.
Sosok tersebut sukses mengantar Persibangga merengkuh gelar juara Liga 4 Zona Jawa Tengah musim 2025/2026.
Bersamaan dengan pengumuman tersebut, pihak klub memberikan ucapan selamat bertugas kepada Uut Triyas Yanuar guna memimpin tim di level nasional.
Uut Triyas Yanuar mengonfirmasi penunjukannya sebagai suksesor Hamzah untuk menakhodai manajemen tim.
Ia memohon dukungan penuh serta doa restu dari seluruh elemen pecinta sepak bola, kelompok suporter, hingga warga Kabupaten Purbalingga agar misi besar klub dapat tercapai.
“Mohon dukungannya, semoga Persibangga bisa terus berprestasi di Liga 4 Nasional hingga naik kasta menuju Liga 3,” ungkap Uut dalam keterangan resmi.
Terkait persiapan teknis, Uut menjanjikan bakal merilis susunan manajemen lengkap serta nama pelatih baru dalam beberapa hari mendatang.
Hal ini menjadi prioritas mengingat kursi pelatih kepala kini kosong pasca mundurnya Imran Amirullah.
Imran memilih menanggalkan jabatannya setelah berhasil membawa Persibangga memenangi laga final dramatis melalui adu penalti melawan Persak Kebumen.
“Kita pastikan Persibangga menggunakan pelatih baru di Liga 4 Nasional,” tegasnya merespons situasi internal tim.
Kondisi ini menjadi tantangan berat bagi manajemen baru untuk meredam gejolak internal yang sempat mewarnai prestasi Persibangga.
Pasalnya, mundurnya Hamzah Asadullah memicu hengkangnya sejumlah pemain kunci dan jajaran pelatih.
Uut kini memikul tanggung jawab besar untuk membangun kembali kerangka tim yang solid.
Serta demi menjaga marwah juara Jawa Tengah saat bertarung di kancah nasional.

Menulis itu tentang mau atau tidak. Saya meyakini hambatan menulis bukan karena tidak bisa menulis, tetapi karena merasa tidak bisa menulis dengan baik
Baca update artikel lainnya di Google Berita

















