TABLOIDELEMEN.COM – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengapresiasi peran besar para santri dalam mendukung pembangunan daerah.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyalurkan dana pendidikan bagi 488 santri pada 2026 melalui Program Pesantren Obah.
Gubernur Ahmad Luthfi menyampaikan apresiasi tersebut saat menghadiri gelaran Jateng Bersholawat memperingati Hari Santri Nasional 2026 di Jalan Pancasila, Kota Tegal, Rabu malam, 21 Oktober 2026.
Ribuan warga memadati area acara untuk mengumandangkan sholawat bersama jajaran pejabat Forkopimda Jawa Tengah.
Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono menyambut hangat kehadiran para pimpinan daerah, ulama, serta habaib.
Dedy Yon mengajak seluruh masyarakat mendoakan kelancaran pembangunan wilayah Jawa Tengah.
“Ahlan wa sahlan bihudurikum, selamat datang kepada Bapak Gubernur Jawa Tengah, Wakil Gubernur Jawa Tengah, para habaib, kyai dan para tamu kehormatan yang pada malam hari ini datang di Kota Tegal,” ujar Dedy Yon.
Kontribusi Pesantren dan Beasiswa Santri Jawa Tengah
Ahmad Luthfi menegaskan bahwa peringatan Hari Santri Nasional setiap 22 Oktober menjadi momen penting mengenang Resolusi Jihad cetusan KH Hasyim Asy’ari.
Keberadaan pesantren memegang peran vital karena Jawa Tengah menampung hampir 5.400 pesantren dengan populasi 555 ribu santri.
“Jumlah pesantren di Jawa Tengah hampir 5.400 pesantren, jumlah santrinya 555 ribu santri di Provinsi Jawa Tengah,” kata Ahmad Luthfi.
Guna memperkuat kualitas sumber daya manusia, Pemprov Jateng menggulirkan beasiswa Program Pesantren Obah bagi santri Ma’had Aly dan penggerak pesantren.
Pemerintah daerah juga menerbangkan ratusan santri ke mancanegara untuk menempuh studi lanjut.
“Pada tahun 2026 hampir 488 santri kita biayai sebagai Ma’had Aly yang kita berangkatkan termasuk penggerak santri, termasuk hampir 120 santri yang hari ini kita berangkatkan keluar negeri untuk mendapatkan beasiswa dari Provinsi Jawa Tengah,” ujar Ahmad Luthfi.
Habib Ali Zaenal Abidin Assegaf bersama Majelis Az Zahir Pekalongan memimpin pembacaan sholawat sepanjang malam.
KH Muhammad Yusuf Chudlori serta KH Muhammad Abdurrahman Al-Kautsar turut menyampaikan mauidzah hasanah untuk melengkapi kemeriahan acara.

Meletakkan literasi digital menjadi urgensi, sebagai upaya transformasi untuk menghasilkan talenta digital dan menjadi rujukan informasi yang ramah anak, aman tanpa konten negatif.
Baca update artikel lainnya di Google News

















