TABLOIDELEMEN.COM – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meminta pemerintah kabupaten dan kota menyusun skala prioritas berdasarkan kedekatan jaringan dengan lahan pertanian.
Daerah seperti Kabupaten Pemalang, Kabupaten Banyumas, serta wilayah lain mendapat keleluasaan mengajukan usulan sesuai kebutuhan masing-masing.
“Pembangunan infrastruktur pengairan tidak boleh berhenti pada penyelesaian fisik semata. Air wajib mengalir secara nyata sampai ke lahan pertanian warga tanpa hambatan berarti,” katanya Rabu, 4 November 2026,
Ia mengatakan, untuk memastikan efektivitas distribusi air, ada alokasi anggaran sebesar Rp 65,5 miliar menyasar 409 titik pekerjaan yang tersebar di 25 kabupaten.
Sebanyak 334 titik berupa rehabilitasi irigasi tersier, sedangkan 75 titik lainnya mencakup pembangunan irigasi perpipaan.
Total panjang jaringan yang mendapat penanganan mencapai sekitar 50 kilometer.
“Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menargetkan seluruh pekerjaan irigasi rampung tepat waktu agar musim tanam berikutnya terhindar dari gangguan,” katanya.
Ia menegaskan, pengawasan ketat berlangsung bersama dinas terkait serta pemerintah kabupaten maupun kota penerima alokasi dana.
“Pendekatan skala prioritas mengutamakan jaringan yang langsung bersentuhan dengan aktivitas pertanian masyarakat di berbagai daerah,” katanya.
Instruksi Perawatan Jaringan Irigasi Pertanian
Ahmad Luthfi meminta para bupati, wali kota, dan gabungan kelompok tani mengabaikan perdebatan status jaringan apakah tersier, sekunder, atau primer.
Faktor terpenting adalah ketersediaan air yang benar-benar sampai ke sawah warga.
Ia juga menginstruksikan pengurus gapoktan agar menjaga wilayah yang sudah ada jaringan irigasi supaya manfaatnya bertahan lama.
Oleh karena itu kelompok tani dan gapoktan perlu membangun koordinasi aktif bersama pemerintah kabupaten atau kota setempat.
Sinergi tersebut membuat program pembangunan tepat sasaran sekaligus mencegah kerusakan dini pada infrastruktur pengairan.
Pemerintah daerah juga harus memetakan kebutuhan air di setiap wilayah secara komprehensif.
Pemetaan mencakup daerah yang memerlukan sumur bor, jaringan perpipaan, hingga penanganan lahan pertanian tadah hujan.
Upaya preventif ini mengantisipasi potensi kekeringan yang mampu menekan angka produksi padi.
“Peta kebutuhan yang jelas membantu pemerintah mengeksekusi penanganan lebih awal sebelum musim kemarau tiba,” katanya.

Menulis itu tidak selalu dengan paragraf-paragraf yang panjang. Menulislah tentang perasaan kita dan tentang apa yang ada dipikiran kita. Tanpa tersadar, kita sesungguhnya telah menulis.
Baca update artikel lainnya di Google Berita






















