Pemkab Purbalingga Siapkan Relokasi, Huntap Jadi Prioritas Utama untuk Ratusan Pengungsi

Pemerintah Kabupaten Purbalingga mulai memetakan lahan untuk pembangunan Hunian Sementara (Huntara) dan Hunian Tetap (Huntap) bagi korban bencana alam.
Pemerintah Kabupaten Purbalingga mulai memetakan lahan untuk pembangunan Hunian Sementara (Huntara) dan Hunian Tetap (Huntap) bagi korban bencana alam.

TABLOIDELEMEN.com –  Pemerintah Kabupaten Purbalingga mulai memetakan lahan untuk pembangunan Hunian Sementara (Huntara) dan Hunian Tetap (Huntap) bagi korban bencana alam.

Langkah ini menyasar warga yang menempati zona rawan menyusul bencana banjir bandang dan tanah longsor yang menerjang wilayah Kecamatan Karangreja dan Mrebet akhir Januari ini.

Berdasarkan Situational Report (Sitrep) per 29 Januari 2026, total pengungsi di Desa Serang mencapai 916 jiwa.

Para penyintas tersebut menempati beberapa titik, yakni Villa Serang sebanyak 177 jiwa, Villa Sambas 204 jiwa, serta 535 jiwa lainnya memilih bertahan di rumah-rumah warga.

Sementara itu, Desa Sangkanayu mencatat 129 jiwa pengungsi yang tersebar di Sangkanayu Hills dan pemukiman penduduk.

Bacaan Lainnya

Bupati Purbalingga, Fahmi Muhammad Hanif, menyampaikan rencana pemulihan tersebut dalam Rapat Percepatan Penanganan Bencana di Balai Desa Serang, Jumat 30 Januari 2026.

Rapat yang berlangsung di bawah pimpinan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, ini membahas langkah strategis pascamusibah.

“Lahan untuk Huntara dan Huntap sedang kami cari, dan kebutuhan luasannya tengah kami hitung,” kata Bupati Fahmi saat menjelaskan proses koordinasi dengan pihak desa dan masyarakat setempat.

Selain hunian, data resmi menunjukkan kerusakan masif pada 120 bangunan warga di tiga desa, yaitu Serang, Kutabawa, dan Sangkanayu.

Dari jumlah tersebut, 33 unit rumah masuk kategori rusak berat.

Bencana ini juga melumpuhkan infrastruktur vital melalui kerusakan delapan jembatan serta menimbun ratusan hektare lahan pertanian warga dengan material lumpur dan bebatuan.

Meskipun pasokan logistik saat ini sudah mencukupi berkat bantuan pemerintah dan donatur, Bupati Fahmi menekankan bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang memerlukan atensi bersama.

“Kami harus segera menyelesaikan pembangunan jembatan permanen, instalasi air bersih, hingga pembersihan lingkungan secara menyeluruh,” katanya.

Bupati juga mengapresiasi gerak cepat Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang menerjunkan personel BPBD sejak hari pertama kejadian.

“Sinergi ini bertujuan memastikan seluruh warga terdampak mendapatkan penanganan yang layak dan segera kembali ke kehidupan normal,” tuturnya.

 

 

Pos terkait