Setda Purbalingga Gelar Simulasi Penanganan Kebakaran Saat Kemarau

Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Purbalingga mengadakan kegiatan edukasi dan simulasi penanganan kebakaran ringan. Acara tersebut berlangsung pada halaman kantor Setda selepas apel pagi.
Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Purbalingga mengadakan kegiatan edukasi dan simulasi penanganan kebakaran ringan. Acara tersebut berlangsung pada halaman kantor Setda selepas apel pagi.

TABLOIDELEMEN.com – Musim kemarau memicu peningkatan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran.

Untuk membekali aparatur pemerintah mengenai pengetahuan serta keterampilan menghadapi situasi darurat, Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Purbalingga mengadakan kegiatan edukasi dan simulasi penanganan kebakaran ringan.

Acara tersebut berlangsung pada halaman kantor Setda selepas apel pagi.

Setda Purbalingga menghadirkan Tim Pemadam Kebakaran Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Purbalingga sebagai narasumber.

Selain memperoleh penjelasan mengenai pemicu serta klasifikasi api, sejumlah pejabat beserta aparatur sipil negara mempraktikkan langsung teknik pemadaman secara aman.

Bacaan Lainnya
81 Tahun RI

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Purbalingga, Herni Sulasti, menyampaikan bahwa agenda tersebut menjadi langkah antisipatif untuk menumbuhkan keberanian serta ketenangan pegawai manakala menghadapi insiden kebakaran.

“Langkah ini wujud antisipasi menghadapi musim kemarau, termasuk cara bersikap bijak ketika membakar sampah agar api tidak merembet,” ungkap Herni.

Herni menambahkan, pemahaman teknis penanganan api sangat krusial bagi kaum perempuan, khususnya saat menghadapi potensi bahaya dalam lingkungan rumah tangga.

Menurutnya, sebagai perempuan, tentu terdapat tantangan tersendiri, terutama manakala menghadapi api pada area dapur.

Karena itu, penguasaan kemampuan dasar semacam ini sangat penting dan pasti akan berguna.

“Hari ini kami semua sudah memperoleh pelatihan, edukasi, serta simulasi langsung dari teman-teman Damkar,” kata Herni.

Simulasi Penanganan Kebakaran Saat Kemarau

Simulasi tersebut memberikan pengalaman nyata bahwa menghadapi api menuntut ketenangan mental alih-alih kepanikan.

Suasana tenang membuat sengatan panas api terasa lebih terkendali.

“Ternyata manakala kita tenang, api itu tidak langsung terasa panas seperti bayangan kita. Mudah-mudahan pelatihan ini memberikan kami keberanian serta keyakinan guna tetap tenang ketika menghadapi ancaman api,” lanjut Herni.

Tim Damkar memaparkan aspek krusial guna mencegah serta menangani kebakaran.

Instalasi kelistrikan menjadi sorotan utama karena kabel memerlukan pembaruan berkala, wajib peremajaan setiap 15 tahun guna mengantisipasi korsleting.

Petugas mengingatkan kemunculan asap harus segera kita tanggapi.

“Kalau sudah muncul asap, jangan menunggu api membesar. Segera cari sumbernya dan lakukan penanganan awal agar kebakaran tidak berkembang menjadi lebih besar,” jelas Yudi, petugas Damkar.

Materi pelatihan berlanjut pada pengenalan jenis api terbuka serta tertutup.

Api terbuka tampak secara visual, sementara api tertutup muncul tanpa wujud terlihat, seperti pada baterai lithium telepon seluler.

Pemateri menguraikan klasifikasi api mencakup kelas A benda padat, kelas B bahan cair, kelas C kelistrikan, serta kelas D logam.

“Jangan sampai kita salah menggunakan alat pemadam. Jenis api berbeda tentu membutuhkan cara serta media pemadaman yang berbeda pula,” pesan petugas.

Sesi praktik menampilkan keikutsertaan pejabat dan aparatur sipil negara memadamkan api memakai metode sederhana maupun Alat Pemadam Api Ringan.

Simulasi penanganan kebocoran LPG memperagakan cara pemadaman memakai handuk basah atau ember secara aman.

Petugas juga melarang pemadaman minyak terbakar pada wajan menggunakan air karena memicu penyebaran api.

Seluruh peragaan ini bertujuan agar peserta menghindari tindakan berbahaya.

 

 

 

Pos terkait

Milo