TABLOIDELEMEN.com – Bupati Anom menyebut program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) Tahun 2026 menjadi strategi penting guna meningkatkan kualitas data tingkat desa.
“Pemanfaatan data statistik selama ini belum optimal dalam proses pengambilan keputusan daerah,” katanya.
Menurut Anom, data yang tidak akurat akan menghasilkan kebijakan yang keliru.
“Tetapi memperbaiki kesalahan akibat data yang salah jauh lebih mahal daripada menyusun data dengan benar sejak awal,” tegas Anom.
Anom juga mengharapkan pemerintah desa mampu mengolah serta menyajikan data secara menarik melalui tabel atau visualisasi.
Kerja sama antara Badan Pusat Statistik (BPS) dan pemerintah daerah menjadi kunci utama agar kebijakan pembangunan tetap relevan serta tepat sasaran.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala BPS Kabupaten Pemalang, Teguh Iman Santoso, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan memperkuat pembangunan berbasis data pada setiap kecamatan.
“Program Desa Cantik merupakan amanat undang-undang guna mendukung kebijakan Satu Data Indonesia,” katanya.
Ia berharap melalui program ini, muncul agen-agen statistik desa yang mampu mengelola, memvalidasi, dan menyebarluaskan data secara baik.
“Sehingga dapat mendukung pembangunan berbasis data,” kata Teguh.
Ia menegaskan, BPS kini memperluas jangkauan program dari tiga desa menjadi 14 desa yang mewakili tiap kecamatan.
Teguh mengajak seluruh pihak bersinergi agar pembinaan statistik desa berjalan optimal.
“Selain itu, BPS turut mengharapkan dukungan pemerintah desa demi kesuksesan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 mendatang,” katanya.

Satu di antara cara untuk mendapatkan hasil menulis yang maksimal adalah dengan melihatnya sebagai sebuah petualangan.
Hanya dengan berpetualangan, saya mengetahui dan menemukan keberagaman materi tulisan.
Baca update artikel lainnya di Google Berita














