TABLOIDELEMEN.com – Kepala Dindikbud Kabupaten Purbalingga, Heru Sri Wibowo, menyoroti urgensi perubahan paradigma dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI).
Selama ini, proses pengajaran agama cenderung menitikberatkan pada aspek hafalan serta pencapaian angka semata.
Padahal, esensi pendidikan agama melampaui batasan nilai administratif pada lembar laporan hasil belajar.
“PAI bukan sekadar mata pelajaran, melainkan ruh Pendidikan,” kata Heru saat seminar bertajuk “Transformasi Pembelajaran PAI Berbasis Cinta” di Pendopo Dipokusumo, Rabu 6 Mei 2026
Ia menegaskan, PAI memiliki peran sentral sebagai penggerak utama dalam membentuk jiwa peserta didik.
“Oleh karena itu Keberhasilannya tidak diukur dari nilai rapor, tetapi dari perilaku nyata siswa,” tegas Heru.
Guna mewujudkan hal tersebut, para pengajar harus mulai meninggalkan cara lama dan menerapkan pendekatan yang lebih humanis.
Komunikasi dua arah serta suasana kelas yang inspiratif menjadi kunci utama dalam menarik minat siswa.
Dengan mengedepankan empati, guru dapat membangun ikatan emosional yang kuat sehingga siswa merasa nyaman saat menyerap nilai-nilai kebaikan.
Selain itu, Heru mendorong keterlibatan aktif siswa dalam setiap proses belajar mengajar.
Melalui transformasi ini, sekolah memiliki peluang besar menghasilkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual.
Tetapi juga memiliki akhlak mulia dalam kehidupan bermasyarakat.
“Partisipasi tersebut memungkinkan siswa memahami ajaran agama secara mendalam, bukan sekadar menghafal teks,” pungkasnya.

Menulis itu tidak selalu dengan paragraf-paragraf yang panjang. Menulislah tentang perasaan kita dan tentang apa yang ada dipikiran kita. Tanpa tersadar, kita sesungguhnya telah menulis.
Baca update artikel lainnya di Google Berita












