TABLOIDELEMEN.com – Perkumpulan Pengelola Nama Domain Internet Indonesia resmi menjalin kolaborasi strategis bersama Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Kerja sama tersebut terlaksana melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Pemajuan Bahasa, Sastra, dan Aksara Daerah lewat digitalisasi di Gedung Smesco Hub, Jakarta
Langkah sinergis ini menandai perayaan Hari Ulang Tahun Ke-20 PANDI sebagai respons nyata menyelamatkan ratusan bahasa daerah dari ancaman kepunahan di tengah arus modernisasi global.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, memberikan dukungan penuh terhadap upaya penyelamatan identitas lokal bagi generasi muda.
Nezar menyatakan keprihatinannya melihat anak-anak masa kini lebih fasih berbahasa asing daripada bahasa ibu mereka sendiri.
“Sedih sekali kita begitu banyak bahasa-bahasa kita, anak-anak generasi muda kita malah enggak kenal. Anak-anak generasi Alfa gitu, ekspos bahasa lokalnya makin lama makin rendah. Tetapi mereka paham bahasa Korea, mereka paham bahasa Jepang,” ungkapnya.
Tantangan Kepunahan Bahasa dan Peran Domain Internet
Kepala Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra, Dora Amalia, menegaskan ancaman nyata hilangnya ratusan bahasa daerah yang berdampak pada pudarnya kearifan lokal bangsa.
Data menunjukkan bahwa dari 718 bahasa, sejumlah bahasa daerah berada dalam status hampir punah akibat minimnya penggunaan harian di kalangan generasi muda.
“Kemitraan strategis ini memastikan ekosistem internet Indonesia tetap kokoh berakar pada nilai budaya luhur,” katanya.
Domain nasional memegang fungsi krusial melampaui sekadar alamat siber teknis bagi identitas bangsa.
Nezar menambahkan bahwa domain .id merepresentasikan simpul kekayaan kultur serta kebijaksanaan Nusantara yang wajib dipertahankan bersama.
Sinergi lintas lembaga ini menjembatani pelestarian tradisi lisan agar terus relevan dan hidup di ruang digital modern.
Strategi Pelestarian Melalui Digitalisasi Aksara Nusantara
Ketua PANDI, Isnawan Aslam, memaparkan komitmen lembaganya dalam mengoptimalkan preservasi budaya melalui program digitalisasi aksara Nusantara.
Aksara daerah harus dirawat secara aktif agar terhindar dari kepunahan permanen di era kemajuan teknologi informasi.
“Kita sebagai bangsa punya kekayaan budaya yang sangat luar biasa, hanya saja belum kita optimalkan, baik secara preservasi, penggunaan, maupun monetisasinya,” tegas Isnawan.
Pencapaian penting telah terwujud melalui pengakuan aksara Bali oleh ICANN sehingga masyarakat dapat memanfaatkan domain web dengan huruf daerah tersebut.
Langkah progresif ini segera menyusul pada aksara Jawa, Pegon, Rejang, Batak, serta Sunda.
Kolaborasi bersama Utusan Khusus Presiden Bidang Digital ini melahirkan lebih banyak konten edukatif bernuansa lokal demi menumbuhkan kebanggaan generasi penerus terhadap identitas Nusantara.

Meletakkan literasi digital menjadi urgensi, sebagai upaya transformasi untuk menghasilkan talenta digital dan menjadi rujukan informasi yang ramah anak, aman tanpa konten negatif.
Baca update artikel lainnya di Google News




















