TABLOIDELEMEN.com – Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah mengembangkan andas digital Sibaja atau Senarai Istilah Budaya Jawa.
Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Dwi Laily Sukmawati, menjelaskan bahwa peluncuran ini merespons fenomena memudarnya istilah budaya Jawa dalam percakapan sehari-hari.
Berdasarkan data terkini, indeks vitalitas bahasa Jawa berada pada angka 0,74, yang menandakan bahasa daerah tersebut masuk kategori berpotensi mengalami kemunduran serta memerlukan pembinaan serius.
Guna menjawab tantangan tersebut, Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah merancang Sibaja sebagai platform digital budaya Jawa yang terintegrasi.
Kehadiran platform ini mendobrak pola lama yang biasanya menyusun istilah Jawa secara terpisah.
Sibaja merangkum kosakata dari berbagai bidang kebudayaan, meliputi aspek bahasa, sistem pengetahuan, organisasi sosial, teknologi, peralatan hidup, mata pencaharian, religi, hingga kesenian.
Selain berfungsi sebagai kamus budaya digital, Sibaja mengusung berbagai fitur unggulan.
Seperti urun daya, lembar kerja siswa (LKS), gim interaktif, akses ramah difabel, serta penyuaraan lema.
Platform modern ini mengemban fungsi krusial untuk membantu proses belajar, mencari arti istilah, serta melestarikan budaya Jawa melalui laman resmi kementerian.
Melalui ragam fitur tersebut, Sibaja mampu berperan optimal sebagai media pendamping pembelajaran bahasa Jawa bagi murid SD, SMP, hingga SMA/SMK/MA demi mendongkrak kembali vitalitas bahasa daerah.
Sedangkan, Ketua Tim Kerja Pengembangan Bahasa dan Sastra Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Ema Rahardian, menilai Sibaja memiliki potensi besar sebagai percontohan nasional dalam strategi pelestarian bahasa daerah.
Instansi lain dapat mengadopsi platform ini dengan mudah karena memiliki Prosedur Operasional Standar (POS) yang baku serta sistematis.
“Hingga saat ini, jumlah pengguna Sibaja terus mengalami lonjakan setiap tahun,”katanya
Bahkan jangkauannya telah menembus pasar internasional seperti Malaysia, Singapura, Amerika Serikat, Norwegia, Jepang, Taiwan, Kamboja, Belanda, hingga Hong Kong.
Berkat kesuksesan tersebut, inovasi milik Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah ini berhasil lolos menjadi salah satu dari 10 finalis Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kiprah) 2026 kategori Inovasi Digital.

Awali dengan kepedulian, niscaya akan menjadi gagasan dalam menulis.
Baca update artikel lainnya di Google Berita


















