TABLOIDELEMEN.com – Perubahan cepat dalam sistem pendidikan global mendorong Bangun Pracoyo, pengawas Sekolah Menengah Pertama (SMP) pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purbalingga, memegang teguh keyakinan fundamental.
Tokoh pendidikan ini meyakini bahwa proses belajar harus melampaui batas teori dan mampu menyentuh ranah implementasi dalam kehidupan sehari-hari.
Prinsip kuat tersebut mengantarkan sosok yang tumbuh dalam kultur kompetisi ini menuju panggung internasional.
Pengalaman panjang melalui berbagai ajang prestasi, mulai dari juara karya tulis ilmiah hingga masuk jajaran tiga besar pengawas berprestasi tingkat nasional, menjadi modal penting bagi kariernya.
Namun, bagi Bangun, deretan pencapaian tersebut hanyalah sarana menuju misi yang lebih besar.
“Tantangan dunia pendidikan saat ini menuntut siswa memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, serta solutif terhadap masalah nyata,” katanya kepada tabloidelemen.com, Minggu 19 April 2026.
Guna menjawab kebutuhan tersebut, Bangun mengusung pendekatan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM).
Metode ini mengintegrasikan empat disiplin ilmu dalam satu pengalaman belajar yang utuh dan menyeluruh bagi peserta didik.
Melalui skema STEM, siswa terjun langsung melakukan pengamatan, pembuktian, hingga menemukan solusi secara mandiri.
Langkah inovatif ini mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat.

Awali dengan kepedulian, niscaya akan menjadi gagasan dalam menulis.
Baca update artikel lainnya di Google Berita

















