Makna Sakral Tradisi Malam Satu Suro

Makna Sakral Tradisi Malam Satu Suro
Makna Sakral Tradisi Malam Satu Suro

TABLOIDELEMEN.com – Masyarakat Jawa penganut agama Islam menganggap sepuluh hari pertama bulan Suro merupakan masa paling keramat.

Tradisi Malam Satu Suro selalu menghadirkan suasana sakral serta khidmat.

Beberapa tokoh penting seperti pemerintah juga turut berpartisipasi menyambut momen tersebut.

Hal ini bermula dari pemahaman masyarakat Jawa sebagai ciptaan Tuhan yang mengemban tanggung jawab untuk menyembah Sang Pencipta.

Berbagai mitos serta kepercayaan warga tentu selalu menyertai pelestarian tradisi tersebut.

Bacaan Lainnya
Milo

Walaupun begitu, ragam mitos selalu berbeda antara satu kawasan dengan kawasan lain.

Jurnal Pendidikan, Ilmu Sosial, serta Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 2 Nomor 2 Tahun 2022 memuat tulisan karya Rahmawati beserta rekan-rekan mengenai pemaknaan tradisi Suroan.

Makalah tersebut memaparkan bahwa kata ‘Suro’ berawal dari ‘Asyura’, yaitu hari kesepuluh Muharram.

Lidah orang Jawa mengucapkan Asyura sebagai ‘Suro’, sehingga istilah tersebut masuk menuju khazanah Islam-Jawa asli.

Orang-orang lalu memaknai kata itu sebagai nama bulan pertama kalender Jawa.

Hal ini relevan dengan status Muharram yang termasuk bulan haram bersama Dzulkaidah, Dzulhijjah, serta Rajab.

 

Pos terkait

Milo