TABLOIDELEMEN.com – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Purbalingga resmi memulai agenda Kick Off Pendidikan Pengawasan Partisipatif (P2P), Jumat 22 Mei 2026 sore.
Acara tersebut melibatkan 40 anggota Kwarcab Gerakan Pramuka Purbalingga dari perwakilan siswa-siswi SMA/SMK sederajat.
Ketua Bawaslu Kabupaten Purbalingga, Misrad, mengungkapkan bahwa status Pramuka sebagai calon pemilih pemula mendasari pemilihan peserta tersebut.
Kelompok ini memegang peran krusial dalam menentukan arah kepemimpinan bangsa.
Melalui agenda nasional Bawaslu RI ini, lembaga tersebut bertujuan mendongkrak partisipasi masyarakat.
Khususnya generasi muda, mengingat Purbalingga memiliki jumlah pemilih pemula yang cukup tinggi.
“Kami menekankan pentingnya pendidikan politik agar arus informasi negatif media sosial tidak gampang memengaruhi generasi muda,” katanya.
Sejalan dengan hal tersebut, Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Purbalingga memberi apresiasi penuh atas ruang edukasi ini.
Andalan Binamuda Kwarcab Purbalingga, Tusmono, mendorong para anggota agar serius memanfaatkan momentum untuk memperoleh ilmu yang bermanfaat saat terjun ke tengah masyarakat.
Selanjutnya, Anggota Bawaslu Purbalingga, Wawan Eko Mujito, memaparkan bahwa peserta wajib mengikuti rangkaian kegiatan sejak Juni hingga Desember 2026.
Alur pendidikan meliputi pembelajaran mandiri lewat audio-visual dan E-Modul, pengisian catatan kritis, hingga penyusunan rencana tindak lanjut.
Rangkaian kelas daring via Sistem P2P Bawaslu bermuara pada satu hari pelatihan luring.
Sebagai langkah pamungkas pasca-pelatihan, Bawaslu melebur para peserta ke dalam Saka Adiyasta Pemilu Purbalingga demi memperkuat pengawasan akar rumput.
Langkah ini mengonversi generasi muda menjadi mitra strategis yang memiliki pemahaman benar tentang demokrasi.
“Rangkaian sistematis ini mematangkan bekal peserta, baik untuk pemilu maupun untuk kehidupan bermasyarakat kelak,” katanya.

Menulis itu tentang mau atau tidak. Saya meyakini hambatan menulis bukan karena tidak bisa menulis, tetapi karena merasa tidak bisa menulis dengan baik
Baca update artikel lainnya di Google Berita


















