TABLOIDELEMEN.com – Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2026 mememilihan maskot. Si Juhan, yang merupakan akronim dari “Si Jurnalis Handal”, mengambil wujud Badak Jawa atau Badak Bercula Satu.
“Si Juhan” sebagai maskot utama dalam peringatan tahunan yang jatuh pada 9 Februari 2026.
Mengusung tema besar “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat”, rangkaian acara berskala nasional ini terjadwal berlangsung di Provinsi Banten mulai 6 hingga 9 Februari 2026.
Satwa endemik ini hanya menghuni Taman Nasional Ujung Kulon, Kabupaten Pandeglang.
Sosoknya mencerminkan ketangguhan dan semangat pantang menyerah yang harus meresap dalam jiwa insan pers Indonesia.
Visualisasi Si Juhan memuat filosofi mendalam yang menyatukan profesionalisme jurnalistik dengan kearifan lokal Banten.
Penggunaan ikat kepala atau lomar khas Baduy melambangkan penghormatan terhadap tradisi serta integritas moral yang kokoh.
Sementara itu, pakaian pangsi hitam mempertegas nilai kesederhanaan dan kerendahan hati dalam menjalankan tugas profesi.
Mengutip laman kreasimudaindonesia.com, Ketua Panitia Zulmansyah Sekedang menjelaskan bahwa setiap elemen pada maskot membawa pesan moral yang kuat bagi para wartawan.
“Si Juhan merepresentasikan pers yang sehat secara moral, profesional dalam kerja, jujur dan berimbang, serta berpihak pada kepentingan publik,” ungkapnya dalam keterangan resmi.
Lebih lanjut, Si Juhan tampak membawa pena dan buku catatan untuk merekam dinamika zaman, lengkap dengan kartu pers sebagai simbol otoritas.
Tas koja yang tersampir menjadi metafora ruang penghimpun aspirasi publik demi menjaga keseimbangan informasi.
Peringatan HPN 2026 di tanah jawara ini menekankan bahwa pers yang sehat merupakan fondasi utama kedaulatan bangsa.
Melalui informasi akurat, kepercayaan publik akan terbangun sehingga memicu kemandirian ekonomi dan daya saing nasional yang lebih kuat.
“Dengan tangan yang melambai ramah, Si Juhan kini bersiap menyambut kehadiran ribuan insan pers dari seluruh penjuru tanah air,” kata Sekedang yang juga Sekretaris Jenderal PWI Pusat.

Meletakkan literasi digital menjadi urgensi, sebagai upaya transformasi untuk menghasilkan talenta digital dan menjadi rujukan informasi yang ramah anak, aman tanpa konten negatif.
Baca update artikel lainnya di Google News


















