Kopi Pekalongan Siap Tembus Pasar Dunia Lewat SLI

Penutupan Sekolah Lapang Iklim (SLI) Kopi Robusta Berketahanan Iklim Pekalongan untuk Petani kopi dari Desa Jolotigo dan Sengare, Kecamatan Talun, Kabupaten Pekalongan. Sumber Foto: PROKOMPIM Kabupaten Pekalongan
Penutupan Sekolah Lapang Iklim (SLI) Kopi Robusta Berketahanan Iklim Pekalongan untuk Petani kopi dari Desa Jolotigo dan Sengare, Kecamatan Talun, Kabupaten Pekalongan. Sumber Foto: PROKOMPIM Kabupaten Pekalongan

Sinergi Pemkab Pekalongan dan Mercy Corps Pacu Pemasaran Kopi

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pekalongan H. Sukirman menyerahkan sertifikat kelulusan SLI Kopi secara simbolis kepada perwakilan petani pionir.

Acara penutupan juga memuat penyerahan Dokumen Rencana Tindak Lanjut (RTL) dan Modul SLI dari Zurich Climate Resilience Alliance (ZCRA) kepada Pemerintah Kabupaten Pekalongan.

Sukirman mengapresiasi kolaborasi erat yang terjalin demi pemberdayaan warga.

Ia menilai Kabupaten Pekalongan menyimpan potensi besar sektor pertanian, khususnya komoditas kopi unggulan.

“Tentu kami mengucapkan terima kasih kepada Mercy Corps yang terus bersama-sama kita, bahkan telah melakukan MoU bersama Pemerintah Kabupaten Pekalongan untuk pemberdayaan masyarakat ke depan,” ujar Sukirman.

Bacaan Lainnya

Namun, potensi tersebut membutuhkan penetrasi pemasaran yang lebih masif agar produk lokal merambah kafe dan restoran.

Ia mencontohkan Kopi Petungkriyono yang berdaya saing tinggi tetapi masih membutuhkan dukungan sosialisasi luas.

“Kita perlu menyosialisasikan bahwa Pekalongan ini kopinya juga bisa kita andalkan,” katanya.

Pos terkait

Acer2026