TABLOIDELEMEN.com – Pelaksana Tugas Sekretaris Dinas Pendidikan Jawa Tengah, Sunarto memaparkan bahwa perkiraan jumlah lulusan SMP sederajat tahun 2026 mencapai 567.500 murid.
Angka tersebut melampaui kapasitas sekolah negeri yang tersedia saat ini.
“Sementara total daya tampung SMA Negeri dan SMK Negeri adalah sejumlah 231.399 kursi atau 40,77 persen,” kata Sunarto.
Guna mengatasi keterbatasan tersebut sekaligus memperluas layanan pendidikan bagi warga kurang mampu.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggandeng 139 satuan pendidikan swasta melalui Program Sekolah Kemitraan secara gratis.
“Ini program afirmasi yang diperuntukkan untuk calon murid, yang berasal dari keluarga kurang mampu kategori Desil 1 sampai dengan Desil 4 pada DTSEN,” lanjut Sunarto.
Mengenai operasional, pemerintah daerah menanggung penuh seluruh biaya pendidikan dan melarang keras pihak sekolah memungut biaya dari murid.
“Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengalokasikan bantuan sebesar Rp2 juta per siswa per tahun. Dengan total daya tampung sebanyak 5.004 kursi,” tambahnya.
Selain program kemitraan tersebut, pemerintah provinsi juga berupaya mencetak lulusan vokasi berdaya saing tinggi melalui sistem asrama.
Saat ini, pengelola masih membuka pendaftaran tiga SMK boarding di Semarang, Pati, dan Purbalingga, serta 15 SMK semi boarding di wilayah Jawa Tengah.
”Kita ada 18 sekolah baik SMK boarding dan semi boarding, dengan kuota 759 kursi,” pungkasnya.

Menulis itu tidak selalu dengan paragraf-paragraf yang panjang. Menulislah tentang perasaan kita dan tentang apa yang ada dipikiran kita. Tanpa tersadar, kita sesungguhnya telah menulis.
Baca update artikel lainnya di Google Berita

















