TABLOIDELEMEN.com – Riza Azyumardi Azra dari Rumah Mocaf Indonesia Banjarnegara konsisten menggeluti pengolahan tepung singkong atau modified cassava flour (mocaf) sejak tahun 2015.
Rintisan usaha bermula dari kepeduliannya terhadap nasib petani lokal yang saat itu menghadapi kejatuhan harga singkong hingga Rp200 per kilogram.
Kini, Riza sukses menyerap hasil panen tersebut dan mengolahnya menjadi aneka produk turunan pengganti tepung gandum.
Rumah Mocaf memproduksi chocolate chips, chiffon cake, selondok, tepung roti, tepung berbumbu, hingga gula cair.
Volume penjualan untuk pasar domestik saat ini mencapai 30–40 ton per bulan dengan tren permintaan yang terus merangkak naik.
“Kami menjual ke pasar retail, pasar daring, dan pesanan personal. Kalau ke luar negeri, pernah ke Oman, Turki, Malaysia, juga ada permintaan dari China,” katanya, Sabtu 16 Mei 2026.
Guna menjaga kelancaran produksi, Riza menghimpun pasokan singkong dari para petani di berbagai wilayah Banjarnegara.
Melalui ekosistem tersebut, ia rutin menerima pasokan mocaf untuk kemudian memprosesnya menjadi aneka produk non-gluten yang sehat bagi penderita celiac maupun alergi gandum.
Ke depan, ia berharap program nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) mau menyerap tepung mocaf secara luas.
Riza juga mengharapkan kehadiran subsidi bagi tepung lokal agar mampu bersaing dengan dominasi tepung gandum impor.
“Kalau dari Pemprov Jateng, kami pernah mendapat dukungan berupa alat oven untuk produksi chiffon dan cookies, serta alat kemas untuk packing,” pungkasnya.

Bagi saya yang juga seorang ibu rumah tangga, menulis dapat dijadikan media terapi. Berbagi cerita, mengungkapkan emosi, meredakan stres, dan melepaskan kebosanan.
Baca update artikel lainnya di Google News







