TABLOIDELEMEN.com – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meninjau langsung lokasi bencana banjir bandang dan tanah longsor di Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, Jumat 30 Januari 2026.
Kehadiran orang nomor satu di Jawa Tengah ini bertujuan memastikan keselamatan warga serta mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat pascabencana yang menerjang wilayah lereng Gunung Slamet tersebut.
Dalam kunjungan yang mendampingi Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif ini, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyalurkan total bantuan senilai Rp689 juta.
Dana tersebut mencakup bantuan logistik senilai Rp289 juta berupa makanan, obat-obatan, serta perlengkapan sekolah anak.
Selain itu, pemerintah mengucurkan Rp400 juta dari Belanja Tidak Terduga (BTT) APBD Provinsi serta tambahan donasi dari Korpri Jawa Tengah.
Ahmad Luthfi menegaskan bahwa fokus penanganan kini mulai bergeser dari sekadar logistik menuju pemulihan jangka panjang.
Ia meminta akurasi data warga untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
“Penanganan bencana tidak cukup dengan dapur umum dan bantuan. Ke depan, masyarakat harus bisa kembali eksis dan hidup layak pascabencana,” katanya.
Karena itu memerlukan data by name by address yang akurat,” tegas Ahmad Luthfi di sela peninjauan para pengungsi di Villa Serang.
Salurkan Bantuan
Gubernur juga menjanjikan revitalisasi jembatan yang rusak melalui sinergi lintas instansi, termasuk TNI-Polri.
“Hari ini saya pastikan seluruh kebutuhan masyarakat terdampak benar-benar paripurna,” imbuhnya.
Senada dengan hal tersebut, Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif mengapresiasi gerak cepat provinsi.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga saat ini tengah menyiapkan lahan untuk Hunian Sementara (Huntara) dan Hunian Tetap (Huntap) bagi warga yang berada di zona rawan.
“Kami sudah berkoordinasi dengan kepala desa dan masyarakat setempat. Lahan untuk Huntara dan Huntap sedang kami cari, dan kebutuhan luasannya tengah kami hitung,” kata Fahmi.
Berdasarkan laporan situasi per 29 Januari 2026, bencana ini mengakibatkan 916 jiwa mengungsi di Desa Serang dan 129 jiwa di Desa Sangkanayu.
Kerusakan bangunan mencapai 120 unit, mencakup 33 rumah rusak berat.
Selain itu, terjangan material banjir memutus 8 jembatan vital serta menimbun ratusan hektare lahan pertanian warga.

Meletakkan literasi digital menjadi urgensi, sebagai upaya transformasi untuk menghasilkan talenta digital dan menjadi rujukan informasi yang ramah anak, aman tanpa konten negatif.
Baca update artikel lainnya di Google News

















