Evakuasi Pendaki Asal Brebes yang Tewas Terjatuh di Kawah Gunung Slamet Lewat Basecamp Permadi Guci

Petugas mengalihkan rute evakuasi dari Basecamp Sawangan menuju Basecamp Permadi Guci karena pertimbangan keselamatan.
Petugas mengalihkan rute evakuasi dari Basecamp Sawangan menuju Basecamp Permadi Guci karena pertimbangan keselamatan.

Penyerahan Jenazah dan Imbauan Keselamatan Pendakian

Personel penyelamat berhasil membawa jenazah Fahris tiba di pos Basecamp Permadi pada Rabu dini hari sekitar pukul 02.10 WIB.

Petugas langsung membawa jenazah ke Puskesmas Bumijawa menggunakan ambulans untuk menjalani pemeriksaan medis serta visum dokter.

Usai seluruh rangkaian medis selesai, petugas menyerahkan jenazah kepada pihak keluarga duka untuk proses pemakaman.

Tragedi maut ini menjadi peringatan keras bagi seluruh petualang dan pencinta alam yang hendak mendaki gunung berapi aktif.

Kondisi bibir kawah sangat rentan mengalami erosi mendadak.

Bacaan Lainnya
81 Tahun RI

“Keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam setiap pendakian,” ujar Sunarto mengingatkan pendaki agar tidak mengabaikan potensi bahaya tanah longsor di area puncak.

Kronologi Kecelakaan Pendaki di Puncak Slamet

Korban memulai petualangan mendaki gunung melalui pintu Basecamp Sawangan, Desa Sigedong, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal.

Fahris mendaki bersama M Arnanda Fiki Ardiansyah (13), Rikian Fadlika (16), serta M Ringgo Panca P (16) yang sama-sama berasal dari Kecamatan Sirampog.

Rombongan remaja ini berhasil mencapai kawasan puncak tertinggi di Jawa Tengah tersebut sebelum musibah mengerikan terjadi.

Puncak musibah melanda saat korban memilih duduk di area bibir kawah gunung. Struktur tanah yang mendadak rapuh memicu tebing kawah tempat berpijak amblas seketika.

“Update laporan pada Rabu 19 Agustus 2026 pukul 03.16 WIB, korban ditemukan sudah tidak bernyawa,” kata Kepala Markas PMI Kabupaten Tegal, Sunarto.

Tubuh korban langsung merosot deras masuk ke dalam kawah. Benturan keras saat jatuh ke kedalaman kawah sekitar 15 hingga 20 meter memicu luka parah yang merenggut nyawanya.

Proses Evakuasi Melalui Rute Permadi Guci

Medan ekstrem di area kawah puncak menyulitkan pergerakan personel penyelamat dalam mengangkat tubuh korban.

Tim SAR gabungan mengerahkan segala daya upaya dan peralatan khusus demi mengeluarkan jenazah dari jurang kawah.

Petugas bergerak cepat menaikkan jasad korban sebelum membawanya turun gunung menuju area pemukiman warga.

Keputusan krusial muncul saat tim menentukan jalur penurunan jenazah korban dari atas gunung.

Pihak SAR memilih memindahkan rute evakuasi ke jalur alternatif yang dianggap lebih aman.

“Korban saat ini masih dibawa tim SAR menuju pos pendakian jalur Guci, tepatnya dibawa ke Basecamp Permadi Guci,” kata Kepala Kantor SAR Semarang, Budiono.

 

 

 

 

Pos terkait

Acer2026