Dua Murid SMP Negeri 2 Purbalingga Juara Lomba Baca Puisi dan Lomba Berpidato, Bonita Siap Melaju Ke Tingkat Provinsi

Kepala SMP Negeri 2 Purbalingga, Lelly Faizatillah bersama Syauqina Nurin Imanina juara 2 pada cabang lomba berpidato dan Bonita Bitya Ailsha yang meraih peringkat pertama cabang lomba baca puisi, Senin 12 Oktober 2026
Kepala SMP Negeri 2 Purbalingga, Lelly Faizatillah bersama Syauqina Nurin Imanina juara 2 pada cabang lomba berpidato dan Bonita Bitya Ailsha yang meraih peringkat pertama cabang lomba baca puisi, Senin 12 Oktober 2026

Strategi Pembinaan Bakat Murid SMP Negeri 2 Purbalingga

Lelly menegaskan bahwa partisipasi aktif dalam ajang seni tutur secara nyata mengasah keberanian publik.

Mengikuti kompetisi seni membaca puisi serta pidato membantu remaja mengatasi rasa gugup saat berbicara di depan khalayak umum.

Bacaan Lainnya

Selain latihan intensif, kebiasaan membaca literatur menjadi fondasi penting untuk memperluas wawasan ilmu pengetahuan para peserta didik.

Guru pembimbing Bahasa Indonesia, Septiningsih, menilai pihak sekolah berhasil menemukan bibit unggul baru.

Para guru telah berkomitmen memupuk serta menyirami potensi tersebut agar mekar sempurna.

“Kemarin FTBI juga mengikuti, tapi di bidang yang lain. Namun belum menjadi yang pertama ya,” katanya.

Menghadapi persaingan ketat tingkat Jawa Tengah, tim sekolah menyusun jadwal latihan terukur.

Rencananya akan mendatangkan pelatih ahli dari luar sekolah guna memberikan wawasan pembanding yang komprehensif bagi Bonita.

“Mudah-mudahan dengan semangat Bonita juga ya. Doa terbaik dari kami, mudah-mudahan nanti bisa ya membawa nama harum SMP Negeri 2 Purbalingga,” katanya.

Perjuangan Mental Juara Lomba Baca Puisi

Menanggapi tugas besar tersebut, Bonita Bitya Ailsha mengaku terus menggembleng diri secara mandiri seraya terus memohon bimbingan para guru.

“Sudah mulai berlatih lagi. Mohon doa dan restunya untuk saya. Semoga dapat mewujudkan harapan-harapan baik untuk saya,” katanya.

Sisi lain, Syauqina Nurin Imanina mengaku terkejut saat pengumuman kemenangan.

Suasana kompetisi menghadirkan tantangan mental tersendiri ketika ia harus menyaksikan deretan penampilan mengagumkan dari para pesaing sebelum gilirannya tiba di atas panggung.

“Setelah melihat peserta lain yang luar biasa, saya berpasrah kepada Tuhan,” katanya.

Syauqina memegang teguh petunjuk Septiningsih untuk menjaga ketenangan.

Arahan tersebut menekankan pemahaman garis besar materi daripada sekadar menghafal teks secara kaku.

“Pesan Bu Septi adalah memahami garis besar agar tidak ngeblank jika tiba-tiba lupa,” katanya.

Meskipun sempat mengalami kendala berupa salah pengucapan kata, mental juara Syauqina tetap terjaga utuh.

Ketenangan jiwa serta kesungguhan doa akhirnya membuahkan hasil manis pada akhir acara.

“Saya terus berdoa. Hingga sore hari saya mendapat kabar juara dua. Senang sekali, Alhamdulillah,” kenangnya.

Pos terkait