TABLOIDELEMEN.COM – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Purbalingga terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik melalui pemanfaatan teknologi.
Pihaknya menghadirkan terobosan baru untuk memodernisasi pengelolaan administrasi ketatausahaan di lingkungan pemerintah daerah.
Terbaru, Plt Sekretaris DPMPTSP Purbalingga, Esti Winarni, resmi meluncurkan inovasi Pandu Johan Purbalingga.
Inovasi Pusat Notulensi Terpadu Jos dan Handal ini lahir dari gagasan Rina Ambarwati.
Kepala Subbagian Umum DPMPTSP Purbalingga tersebut menginisiasi Pandu Johan Purbalingga saat mengikuti Diklat Pengawas Kepemimpinan Angkatan VIII tahun 2026.
Rina Ambarwati menjelaskan, perkembangan teknologi informasi mendorong transformasi nyata dalam penyelenggaraan pemerintahan.
Tuntutan pelayanan publik yang cepat, mudah, transparan, dan akuntabel memicu perangkat daerah untuk mengoptimalkan sistem digital.
“Sejalan dengan arah kebijakan SPBE, pemanfaatan teknologi menjadi salah satu strategi penting dalam meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Rina Ambarwati.
Pengembangan sistem ini menambahkan fitur pembuatan notulen online yang terintegrasi langsung di DPMPTSP.
Platform tersebut memuat standar tata naskah dinas resmi dan mengarsipkan dokumen secara otomatis.
“Dengan cara penambahan fitur pembuatan notulen online yang menjadi bagian dari sistem yang terintegrasi di DPMPTSP,” kata Rina Ambarwati.
Tata Kelola Administrasi DPMPTSP Purbalingga
Sebelum penerapan Pandu Johan Purbalingga, pegawai mencatat notulen secara manual lalu mengunggahnya ke Google Drive.
Prosedur lama ini berpotensi membuat dokumen menjadi tidak terorganisir.
Digitalisasi hadir menyelesaikan permasalahan tersebut tanpa memerlukan biaya pengembangan yang besar.
Pencatatan elektronik menyajikan data secara real-time untuk membantu pimpinan mengambil keputusan dengan cepat.
Selain itu, sistem digital meminimalkan risiko kehilangan dokumen, duplikasi data, serta kesalahan administrasi yang sering timbul pada metode konvensional.
“Hal ini memberikan kepastian proses kepada pengguna layanan sekaligus meminimalkan risiko kehilangan dokumen, duplikasi data, maupun kesalahan administrasi yang sering terjadi pada sistem manual,” paparnya.
Implementasi inovasi Pandu Johan Purbalingga berhasil meningkatkan produktivitas aparatur secara signifikan.
Waktu kerja yang sebelumnya tersita untuk tugas rutin kini dapat berfokus pada agenda strategis.
Langkah maju ini mengubah budaya kerja birokrasi menjadi lebih adaptif, inovatif, dan berorientasi pada pelayanan.
Sinergi teknologi digital memantapkan pelaksanaan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik
Sekaligus memperkuat reformasi birokrasi di Kabupaten Purbalingga secara berkelanjutan.

Menulis itu tidak selalu dengan paragraf-paragraf yang panjang. Menulislah tentang perasaan kita dan tentang apa yang ada dipikiran kita. Tanpa tersadar, kita sesungguhnya telah menulis.
Baca update artikel lainnya di Google Berita











