TABLOIDELEMEN.COM – Penerapan pembelajaran berbasis Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) di Kabupaten Purbalingga masih menghadapi kendala keterbatasan sumber daya manusia.
Saat ini, daerah tersebut hanya memiliki satu fasilitator STEM di tingkat kabupaten.
Kondisi ini memaksa pengelola memanfaatkan metode pendampingan secara daring bagi seluruh sekolah percontohan.
Keterbatasan tenaga ahli menjadi tantangan besar dalam memperluas metode yang mengintegrasikan sains, teknologi, teknik, dan matematika.
Guru memerlukan bimbingan berkelanjutan saat menerapkan konsep anyar tersebut di dalam kelas.
Pengawas SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Purbalingga Bangun Pracoyo mengonfirmasi bahwa dirinya menjadi satu-satunya fasilitator STEM daerah.
Guna mengatasi keterbatasan sumber daya, pengelola merancang pendampingan jarak jauh dengan melibatkan pakar serta dosen lulusan luar negeri.
Jejaring internasional tersebut mencakup akademisi dari Michigan State University.
Bangun menegaskan bahwa guru peserta pendidikan dan pelatihan masih membutuhkan arahan intensif.
“Walaupun pelatihannya sudah n, tapi peserta dari sekolah itu kami bimbing terus sampai sekarang. Karena ini hal baru, kalau tidak ada bimbingan ya bisa melenceng. Sampai sekarang masih harus terus didorong pelaksanaannya,” ungkap Bangun, Kamis 15 Oktober 2026.
Solusi Daring Mengatasi Keterbatasan Fasilitator STEM Purbalingga
Pengelola memilih platform Zoom untuk menggelar bimbingan rutin demi menghemat anggaran serta efisiensi waktu.
Skema digital ini menjaga kelancaran komunikasi antara fasilitator dan para tenaga pendidik di lapangan.
Meskipun demikian, keterbatasan jumlah fasilitator tetap mengancam keberlanjutan program jangka panjang.
Pembinaan yang hanya mengandalkan satu orang membatasi jangkauan ekspansi program ke sekolah lain.
Pemerintah daerah perlu memperkuat kapasitas fasilitator baru serta menambah alokasi dukungan sumber daya secara nyata.
Keberadaan data pasti mengenai jumlah sekolah model dan cakupan guru akan membantu evaluasi program secara terukur.
Langkah konkret ini akan menjamin penerapan metode STEM di Purbalingga berjalan konsisten serta merata. Seluruh pemangku kepentingan berharap sektor pendidikan daerah mampu mencetak generasi unggul berdaya saing global.

Menulis itu tidak selalu dengan paragraf-paragraf yang panjang. Menulislah tentang perasaan kita dan tentang apa yang ada dipikiran kita. Tanpa tersadar, kita sesungguhnya telah menulis.
Baca update artikel lainnya di Google Berita




















