TABLOIDELEMEN.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purbalingga terus memacu pemulihan infrastruktur pascabencana banjir bandang dan tanah longsor.
Hingga Jumat 30 Januari 2026 siang, sejumlah alat berat dari berbagai instansi lintas sektoral bekerja intensif terus menyingkirkan material longsor, serta menormalkan kembali alur sungai yang tersumbat.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Purbalingga, Revon Harpindiat, menjelaskan bahwa langkah ini melibatkan sinergi antara BPBD dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Purbalingga.
Serta Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO), Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) dan Pemerintah Desa turut memberikan dukungan armada guna mempercepat proses normalisasi wilayah.
“Kami utamakan percepatan penanganan infrastruktur vital agar aktivitas warga bisa segera pulih,” kata Revon saat memantau perkembangan di lapangan.
Sebaran Alat Berat Lapangan
Data BPBD menunjukkan pengerahan alat berat berfokus pada empat titik utama di Desa Serang dan Desa Kutabawa, Kecamatan Karangreja.
Pada wilayah Kaliurip Dukuh, petugas mengoperasikan satu unit excavator PC 200 milik BBWSSO, satu unit excavator PC 75 dari DPUPR, tiga unit dump truck, serta dua unit bulldozer.
Sementara itu, tim menurunkan satu unit excavator PC 200 milik pemerintah desa beserta tiga unit dump truck tambahan untuk menangani Kaliurip Gunung.
Untuk Dusun Gunungmalang menerima bantuan satu unit excavator PC 75 dan satu unit bulldozer dari BBPJN.
Adapun di Bambangan, Desa Kutabawa, satu unit excavator PC 200 milik DPUPR fokus mengangkut material longsor guna memulihkan akses penghubung antarwilayah.
Selain akses jalan, BPBD mencatat kerusakan pada lima jembatan yang terputus total, termasuk jembatan penting penghubung Desa Kutabawa dengan Desa Clekatakan di Kabupaten Pemalang.
“Sebagai solusi cepat, petugas memasang jembatan darurat serta box culvert agar alat berat dapat menjangkau titik-titik terisolasi,” katanya.
Revon Harpindiat juga menegaskan bahwa selain urusan fisik, pihaknya terus memantau kondisi warga terdampak.
“Setelah penanganan infrastruktur, BPBD juga terus memantau kondisi warga terdampak dan pengungsi,” tegasnya.
Penanganan Dampak Permukiman
Kepala Dinas PUPR Purbalingga, Drajat Uji Wakhyono, mengungkapkan rencana pembangunan jembatan darurat menggunakan material glagah untuk dua jembatan kecil di Gunungmalang.
“Kita bangun sementara dengan pembangunan jembatan darurat menggunakan material glagah,” tutur Drajat mengenai strategi teknis di lapangan.
Terkait dampak pada hunian warga, Kepala Bapperida Purbalingga, Nugroho Priyo Pratomo, menyebutkan sebanyak 121 rumah mengalami kerusakan dengan kategori ringan, berat, hingga roboh total.
“Kami akan mengupayakan bantuan penanganan rumah warga terdampak melalui Kementerian Perumahan Rakyat dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah,” pungkas Nugroho.

Meletakkan literasi digital menjadi urgensi, sebagai upaya transformasi untuk menghasilkan talenta digital dan menjadi rujukan informasi yang ramah anak, aman tanpa konten negatif.
Baca update artikel lainnya di Google News

















