Pantauan Abu Vulkanik
Plh. Deputi Bidang Geofisika BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, mengungkapkan bahwa sensor tsunami gauge tidak menunjukkan anomali muka air laut di sekitar Selat Sunda.
Analisis teknologi High-Frequency Radar Array mencatat probabilitas tsunami berada pada tingkat rendah dengan tinggi gelombang terjaga.
Ardhasena menambahkan bahwa sensor mendeteksi fenomena sekunder berupa gangguan geomagnetik serta peningkatan sambaran petir vulkanik.
BACA JUGA: BMKG Rilis Panduan Menghadapi Musim Kemarau 2026
BMKG mengoptimalkan kesiapsiagaan nasional melalui pemantauan terpadu berbasis multi-instrumen secara nonstop guna mendukung pengambilan keputusan.
Masyarakat pesisir Selat Sunda meningkatkan kewaspadaan sambil menyaring informasi resmi dari instansi pemerintah berwenang.
Pemerintah pusat terus mengawal keselamatan wilayah pesisir serta sektor penerbangan nasional secara cermat.

Meletakkan literasi digital menjadi urgensi, sebagai upaya transformasi untuk menghasilkan talenta digital dan menjadi rujukan informasi yang ramah anak, aman tanpa konten negatif.
Baca update artikel lainnya di Google News























