TABLOIDELEMEN.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau bergerak menuju arah barat daya.
BMKG melaporkan material erupsi tersebut mengganggu kualitas udara serta operasional penerbangan.
Pihak BMKG menuliskan bahwa sebaran abu vulkanik menurunkan tingkat jarak pandang serta mengancam jalur navigasi udara pada ketinggian tertentu.
Analisis sensor cuaca menunjukkan material vulkanik terus meluas pada hari ini tanpa kepastian waktu reda.
BMKG mendeteksi pergerakan abu menjauhi puncak gunung melalui pemantauan dua lapisan ketinggian berbeda.
BACA JUGA: 4 Gunung Api Indonesia Erupsi Bersamaan, Jakarta Kena Dampak
Lapisan rendah mencakup rentang permukaan hingga 15.000 kaki atau 4,57 kilometer yang bergerak ke arah barat daya hingga barat laut.
Analisis Sebaran Material Vulkanik
Wilayah terdampak meliputi sebagian Banten, Jawa Barat, Lampung, Bengkulu, serta kawasan Samudra Hindia.
Lapisan tersebut berpotensi menurunkan kualitas udara secara signifikan sekaligus memperpendek jarak pandang warga setempat.
Lapisan tinggi mencakup rentang hingga 50.000 kaki atau 15,24 kilometer yang membentang ke arah barat daya hingga barat.
Sebaran material pada lapisan ini langsung memengaruhi jalur lintasan pesawat terbang di wilayah perairan Samudra Hindia.
BACA JUGA:Antisipasi Erupsi Gunung Slamet, Bupati Pemalang Minta Simulasi Penyelamatan Harus Terukur
Masyarakat dan maskapai penerbangan meningkatkan kewaspadaan menghadapi sebaran abu vulkanik yang meluas ini.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika terus memantau situasi secara berkala guna memastikan keselamatan publik.

Meletakkan literasi digital menjadi urgensi, sebagai upaya transformasi untuk menghasilkan talenta digital dan menjadi rujukan informasi yang ramah anak, aman tanpa konten negatif.
Baca update artikel lainnya di Google News













