Batu Besar Menghantam Rumah Warga Watukumpul Pemalang

Peristiwa mencekam pada Kamis 14 Mei 2026 malam, sekitar pukul 21.44 WIB, sebongkah batu berdiameter lebih dari 2,5 meter menerjang rumah warga di Dukuh Pejarakan, Desa Wisnu, Kecamatan Watukumpul, Pemalang.
Peristiwa mencekam pada Kamis 14 Mei 2026 malam, sekitar pukul 21.44 WIB, sebongkah batu berdiameter lebih dari 2,5 meter menerjang rumah warga di Dukuh Pejarakan, Desa Wisnu, Kecamatan Watukumpul, Pemalang.

TABLOIDELEMEN.com – Sebongkah batu berdiameter lebih dari 2,5 meter menerjang rumah warga di Dukuh Pejarakan, Desa Wisnu, Kecamatan Watukumpul, Pemalang.

Peristiwa mencekam ini bermula saat tebing di sekitar lokasi mengalami longsor usai hujan lebat bercampur angin kencang melanda wilayah setempat sejak sore hari.

Insiden tersebut terjadi pada Kamis 14 Mei 2026 malam, sekitar pukul 21.44 WIB.

Material batu besar dari area perbukitan itu langsung masuk merusak kediaman Karmudi yang saat itu menampung lima anggota keluarga.

Camat Watukumpul, Arif Rahman Hakim, mengungkapkan bahwa posisi bangunan memang berada dekat perbukitan penuh material bebatuan.

Bacaan Lainnya
Milo

Kondisi cuaca buruk memicu kerapuhan penyangga alami hingga berujung fatal.

“Belakang rumah itu hutan berbatu. Angin kencang dan hujan yang terjadi sebelumnya menyebabkan kayu penyangga batu tidak mampu menahan beban batu tersebut, sehingga mengakibatkan longsor,” kata Arif, Jumat 15 Mei 2026.

Beruntung, terjangan material alam ini tidak merenggut nyawa para penghuni rumah.

“Setelah kejadian, Pemerintah Desa, Trantibum Kecamatan, Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta masyarakat setempat langsung melakukan pengecekan lokasi dan langkah mitigasi untuk mengantisipasi kemungkinan longsoran susulan,” ujarnya.

Ia mengatakan seluruh penghuni selamat tanpa luka sedikit pun.

Kendati demikian, hantaman keras tersebut memicu kerusakan fisik bangunan dengan taksiran kerugian material mencapai Rp20 juta.

Untuk mempercepat pemulihan kondisi fisik bangunan, aparat gabungan bersama warga sekitar langsung mengambil tindakan nyata.

Masyarakat setempat melakukan gotong royong memindahkan bongkahan batu serta membersihkan sisa material longsor sejak pagi hari.

 

 

Pos terkait

Milo