TABLOIDELEMEN.COM – Bupati Purbalingga, Fahmi Muhammad Hanif, memimpin langsung peninjauan lokasi terdampak banjir bandang dan angin kencang di Kecamatan Mrebet serta Karangreja, Sabtu 24 Januari 2026
Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur lereng Gunung Slamet sejak Jumat malam memicu air bah yang membawa material batu, kayu, dan lumpur pekat ke pemukiman warga.
Fahmi mendatangi titik-titik kerusakan bersama jajaran Forkopimda, BPBD, TNI, serta Polri guna memetakan skala prioritas bantuan.
Data BPBD mencatat dampak kerusakan yang sangat masif di Desa Sangkanayu.
Wilayah ini terdampak luapan sungai menghanyutkan 7 rumah warga, memutus dua jembatan, serta menelan puluhan hewan ternak.
Selain itu, arus deras juga menyeret tujuh sepeda motor dan dua unit mobil milik masyarakat setempat.
Kondisi tidak kalah memprihatinkan melanda wilayah Kecamatan Karangreja.
Yakni Dusun Bambangan, Desa Kutabawa, terjangan banjir merusak 29 rumah warga dan merendam 60 hektare lahan pertanian yang kini terancam gagal panen.
Material longsor sepanjang 12 meter bahkan menutup akses jalan kabupaten, sementara jembatan penghubung Kutabawa–Clekatakan ambruk total sehingga memutus mobilitas ekonomi warga.
Fokus Evakuasi dan Logistik
Bupati Fahmi mengungkapkan bahwa tingkat kerusakan paling parah menerjang Desa Serang.
Di Dusun Kaliurip, tumpukan material kayu dan batu menimbun 36 rumah.
Sementara enam rumah lainnya rata dengan tanah. Kondisi tersebut memaksa sekitar 500 jiwa mencari perlindungan di posko pengungsian.
Bencana ini juga menelan korban jiwa, dengan laporan satu warga meninggal dunia dan satu lainnya mengalami luka berat.
“Saya memberikan apresiasi tinggi atas sinergi TNI, Polri, serta para relawan yang bekerja cepat membuka sumbatan sungai dan mengevakuasi warga,” kataya.
Mengingat banyaknya titik kerusakan lanjut Fahmi, Pemerintah Kabupaten Purbalingga menerapkan skema penanganan bertahap
“Terutama dalam mobilisasi alat berat yang jumlahnya terbatas,” katanya.
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Purbalingga kini mengonsentrasikan kekuatan untuk menyalurkan bantuan sembako, pasokan air bersih, serta mengelola dapur umum di pengungsian.
“Kami juga terus menjalin komunikasi dengan pemerintah provinsi dan pusat guna mendapatkan dukungan tambahan,” katanya.
“Langkah ini krusial agar proses rehabilitasi infrastruktur serta pemulihan kondisi sosial ekonomi warga terdampak dapat berjalan lebih optimal dan cepat,” imbuhnya.

Awali dengan kepedulian, niscaya akan menjadi gagasan dalam menulis

















