TABLOIDELEMEN.com – Kota Bandung kembali menjadi pusat perayaan budaya internasional melalui Asia Africa Festival (AAF) 2026 yang berlangsung pada 11–12 Juli 2026.
Festival tahunan ini mengangkat tema “Persatuan dalam Keberagaman, Bangkit dalam Keharmonisan” sebagai ajang mempererat hubungan budaya negara-negara Asia dan Afrika.
Selama dua hari, kawasan Jalan Asia Afrika, Jalan Braga, serta sejumlah titik bersejarah pusat Kota Bandung penuh dengan aktivitas menarik.
Mulai dari parade budaya, pertunjukan seni, bazar UMKM, pameran, diskusi, hingga pemutaran film tersedia bagi masyarakat luas.
Agenda utama festival yakni Asia Africa Carnival yang berlangsung Sabtu, 11 Juli 2026, pukul 09.25 WIB – pukul 12.00 WIB.
Parade budaya tersebut menghadirkan delegasi berbagai negara Asia dan Afrika dengan busana tradisional khas masing-masing.
Sebelum karnaval mulai, pengunjung dapat menyaksikan pertunjukan pembuka depan Gedung Merdeka.
Rangkaian acara karnaval meliputi:
- 20–09.04 WIB: Opening Show Samba Sunda, Mystylez, dan penampilan Risa Saraswati.
- 04–11.15 WIB: Opening Ceremony.
- 15–11.32 WIB: Asia Africa Carnival serta Closing Performance oleh Manshur Angklung.
Perayaan Budaya Internasional
Rute karnaval bermula dari Titik Nol Kilometer Bandung, depan Dinas Bina Marga.
Peserta kemudian melewati ikon kota seperti Gedung Keuangan Bandung, Hotel Savoy Homann, serta Gedung Merdeka. Setelah belok kanan depan Gedung PLN, karnaval berakhir pada Jalan Cikapundung Barat.
Pengunjung dapat berburu kuliner serta produk kreatif pada Asia Africa Market kawasan Braga Pendek.
Puluhan tenant UMKM, makanan khas, serta komunitas lokal meramaikan kawasan tersebut.
Jam operasional pasar mulai pukul 08.00–22.30 WIB pada Sabtu dan 07.00–18.00 WIB pada Minggu.
Kawasan Taman Braga serta depan Bank BJB pun menyediakan panggung pertunjukan seni sepanjang acara.
Festival tahun ini menghadirkan Asia Africa Corner pada sejumlah bangunan bersejarah.
Gedung YPK menyajikan pameran seni serta gelar wicara. De Majestic menampilkan teater musikal, pertunjukan budaya, tari, serta pemutaran film pendek.
Museum Konferensi Asia Afrika pun turut menjadi lokasi berbagai aktivitas budaya.
Demi kenyamanan, Pemerintah Kota Bandung menyediakan kantong parkir resmi.
Seperti Balai Kota Bandung, Taman Dewi Sartika, Basement Alun-alun Kota Bandung, Eks Palaguna, BJB Syariah, serta RS Murni Teguh Naripan.
Polrestabes Bandung menerapkan rekayasa lalu lintas dengan penutupan jalan pada kawasan Asia Afrika, Jalan Cikapundung Barat, Jalan Soekarno, serta Jalan Braga Pendek saat Sabtu.
Sementara itu, Jalan Dalem Kaum berlaku sebagai jalur dua arah.
Khusus Minggu, penutupan jalan hanya berlaku pada kawasan Jalan Braga Pendek.

Bagi saya yang juga seorang ibu rumah tangga, menulis dapat dijadikan media terapi. Berbagi cerita, mengungkapkan emosi, meredakan stres, dan melepaskan kebosanan.
Baca update artikel lainnya di Google News



















