TABLOIDELEMEN.COM – Sepuluh desa di Kecamatan Moga Kabupaten Pemalang resmi menetapkan nomor urut calon kepala desa dalam rangkaian tahapan Pemilihan Kepala Desa Serentak 2026.
Panitia Pilkades menyelenggarakan pengundian nomor urut serta pemaparan visi misi secara bertahap sejak Kamis 29 Oktober 2026 hingga Jumat 30 Oktober 2026.
Pada hari pertama, enam desa sukses mengelar agenda penetapan tersebut meliputi Desa Kebanggan, Pepedan, Plakaran, Sima, Moga, serta Banyumudal.
Empat desa lain menyusul melaksanakan tahapan serupa hingga seluruh proses pencabutan nomor usai.
Rekapitulasi resmi Kecamatan Moga tertanggal 29 Oktober 2026 mencatat jumlah kontestan di setiap wilayah berkisar antara dua sampai lima kandidat.
Persaingan ketat mewarnai perebutan kursi pimpinan desa di seluruh wilayah operasional Kecamatan Moga.
Desa Plakaran menampilkan empat calon yakni Hupron nomor satu, Taufan Nur Sasongko nomor dua, Nur Laela nomor tiga, serta Purnama nomor empat.
Lalu, Desa Mandiraja mengusung empat kontestan yaitu Firli, Teguh Santoso, Nurdin Kholis, dan R. Mohamad Syaihudin S.A.P.
Sementara itu, Desa Walangsanga menyajikan duel dua kandidat utama antara Faesal Harun versus Abu Kharis.
Kontestasi Pilkades Serentak Moga Pemalang Berlangsung Kondusif
Ajang persaingan Desa Sima menghadirkan tiga calon yaitu Arif Naf’an Lubis, Masrukhi, dan Fikri.
Sedangkan, Desa Moga mencatatkan lima kandidat bertanding meliput Abdul Kharis, Asrori, Muhammad Asfihan, Izudin, serta Muhammad Syariful Hasyim.
Untuk Desa Banyumudal juga menampilkan lima peserta yaitu Akhsanudin, Ruri Narendra Utomo, Waris, Imam Setiawan Nugroho, dan Samsul Ma’arif.
Selanjutnya, Desa Wangkelang mengusung empat kontestan yaitu Trianeska Hutama S.Pd., Raden Ayhar Probogati S.Pd. M.Pd., Akhmad, serta Purwanto Budi Setiawan.
Serta, Desa Kebanggan mengesahkan lima figur calon yakni Khaeroni, Sarino, Heri Iswanto, Achmad Azizi, dan Lukman Haji.
Pelaksanaan tahapan pengundian nomor urut ini berjalan lancar serta kondusif di bawah pengawalan ketat jajaran jajaran keamanan wilayah Pemalang.

Meletakkan literasi digital menjadi urgensi, sebagai upaya transformasi untuk menghasilkan talenta digital dan menjadi rujukan informasi yang ramah anak, aman tanpa konten negatif.
Baca update artikel lainnya di Google News






















