TABLOIDELEMEN.com – Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) sukses menyelenggarakan 6th UMP Progressive Youth Conference (UPYC) pada Rabu lalu di Aula Syamsuhadi Irsyad.
Mengusung tema “Smart Learning for a Smart World: Tech, Literacy, and Global Impact”, kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa dan peserta dari berbagai negara untuk bertukar gagasan.
Selain memperluas wawasan, ajang tahunan ini bertujuan memperkuat kolaborasi internasional.
Ketua panitia, Arif Sembodo, M.Pd., menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak penyokong konferensi tersebut.
Kehadiran mahasiswa internasional turut mewarnai jalannya acara dengan membawa keberagaman pengalaman serta perspektif global.
Unsur tersebut menjadi nilai tambah yang memperkaya jalannya diskusi sekaligus mempererat pemahaman lintas budaya.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada pimpinan universitas, pusat pengembangan internasional, seluruh institusi pendukung, sponsor, relawan, dan panitia yang telah memberikan dedikasi sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik,” ujarnya.
Panitia merancang konferensi ini melalui proses persiapan matang selama beberapa bulan.
Arif berharap UPYC ke-6 mampu memicu pertukaran pengetahuan, inovasi, serta kerja sama global yang berkelanjutan.
“Kami berharap konferensi ini menjadi ruang untuk terus belajar, berkembang, dan berkontribusi dalam menciptakan dunia yang lebih cerdas dengan dampak global yang lebih luas,” katanya.
Selaras dengan hal tersebut, Wakil Rektor I UMP, Associate Professor Saefurohman, Ph.D., menekankan esensi penting dari konsep smart learning.
Pembelajaran cerdas sejatinya tidak hanya bersinggungan dengan teknologi, melainkan juga menyangkut literasi dan dampak global dari pemanfaatan teknologi itu sendiri.
Pimpinan universitas mengajak peserta untuk memandang peran teknologi secara lebih luas, bukan sekadar alat komunikasi atau hiburan semata.
“Teknologi bukan hanya tentang perangkat yang kita gunakan. Yang lebih penting adalah bagaimana teknologi dimanfaatkan untuk mendukung proses belajar, mengembangkan kemampuan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.
Melalui perhelatan internasional ini, UMP berkomitmen mendorong lahirnya generasi muda yang melek teknologi sekaligus memiliki kemampuan literasi yang kuat.
Harapannya, para pemuda mampu memberikan kontribusi nyata dalam menjawab berbagai tantangan global masa kini.

Bagi saya yang juga seorang ibu rumah tangga, menulis dapat dijadikan media terapi. Berbagi cerita, mengungkapkan emosi, meredakan stres, dan melepaskan kebosanan.
Baca update artikel lainnya di Google News















