tri

Tri Widiastuti  : Setelah Membaca, Catat Intisarinya

Membaca buku menjadikan kita lebih kreatif. Otak kita mendapat asupan pengetahuan setiap hari dengan membaca.

Membaca setiap hari juga akan memperlambat kepikunan. Tanpa kita sadari, manfaat membaca buku dapat memberikan banyak inspirasi bagi kita.

Namun sayangnya kegiatan membaca buku akhir-akhir ini telah banyak diabaikan berbagai kalangan dengan alasan kesibukan.

Seperti Tri Widiastuti, wanita lulusan SMEA (sekarang SMK) Negeri Purbalingga ini mengaku dengan membaca buku dapat mengisi kepala kita tentang berbagai macam informasi baru yang selama ini belum kita ketahui.

Semakin banyak pengetahuan yang kita miliki, maka kita akan lebih siap untuk menghadapi tantangan hidup baik dimasa sekarang maupun di masa-masa yang akan datang.

“Semakin lama melakukan kegiatan membaca buku, maka semakin banyak kita mendapatkan penjelasan mengenai hal-hal yang belum kita ketahui, serta dapat menambah jumlah kosakata yang bisa kita gunakan dalam kehidupan keseharian kita,”ungkap wanita kelahiran Bukateja Purbalingga.

Selain itu, dapat meningkatkan kualitas memori, dengan membaca buku dapat memberikan andil untuk meningkatkan kualitas otak kita dalam proses mengingat, berbagai macam hal yang telah kita baca.

Misalnya saja karakter, latar belakang, ambisi, sejarah, maupun berbagai macam unsur atau plot dari setiap alur cerita. Setiap memori dapat membantu untuk menempa jalur otak serta memperkuatnya.

“Nah, setelah menyukai baca buku, harus ditingkatkan suka membeli buku. Tapi jangan disimpan saja, istilahnya dikoleksi, hanya tertata rapi bak di perpustakaan. Pinjamkan ke orang lain, agar virus gemar membaca dapat menular,”ungkapnya.

Kalau mendengar kata perpustakaan, yang ada di benak kita adalah suatu ruangan yang di penuhi oleh koleksi buku bacaan. Tapi apa gunanya kalau “perpustakaan” dengan segudang koleksinya itu, jika hanya menjadi koleksi tanpa ada yang membaca?

Tentunya akan sayang sekali. Karena itulah, seharusnya perpustakaan tidak hanya menjadi tempat menyimpan bahan bacaan tetapi juga menjadi tempat untuk “mengoleksi” orang-orang yang gemar dan cinta membaca.

“Apa ya istilahnya, target sasaran “perpustakaan” dirumah harusnya lebih aktif dalam menghasilkan orang-orang yang mau membaca koleksi kita,”ungkapnya.

Buku-buku yang kita miliki dapat dijadikan untuk referensi menulis. Semakin banyak buku yang kita miliki, seharusnya semakin banyak karya tulis yang kita buat. Jadi manfaat buku tersebar melalui tulisan-tulisan kita di berbagai media.

Kebanyakan orang akan malas membaca karena  berbagai hal. Nah untuk itu kita harus bisa memilih waktu yang tepat untuk membaca.

Pilihlah waktu luang, yang tidak mengganggu aktifitas pekerjaan rutin. Sebelum membaca sebaiknya kita mengetahui gambaran besar tentang isi buku, hal tersebut akan mempermudah konsentrasi pada saat membaca.

Selalu fokus pada apa yang kita baca. Menjadi pembaca yang aktif, dalam artian kita bisa melakukan dialog dengan buku. Misalnya saja kita bisa membuat berbagai pertanyaan yang nantinya akan kita temukan jawabannya di dalam buku yang kita baca.

“Nah, terakhir yang harus dilakukan adalah mencatat hal-hal penting yang telah kita baca. Hal ini akan membantu kita untuk mengingat intisari dari buku yang telah kita baca.

 

Tinggalkan Balasan