Museum Soegarda Poerbakawatja Purbalingga Tutup Sementara untuk Konservasi Koleksi

Museum Prof. Dr. R. Soegarda Poerbakawatja di Purbalingga. Foto: tabloidelemen.com_Ery Andini
Museum Prof. Dr. R. Soegarda Poerbakawatja di Purbalingga. Foto: tabloidelemen.com_Ery Andini

TABLOIDELEMEN.COM – Pengelola Museum Prof. Dr. R. Soegarda Poerbakawatja di Kabupaten Purbalingga menutup sementara operasional museum pada 12–31 Oktober 2026.

Langkah ini bertujuan mendukung proses konservasi benda-benda koleksi museum, terutama artefak berbahan logam, keramik, dan batu.

Kepala Bidang Pembinaan Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Purbalingga Wasis Andri Wibowo menegaskan bahwa perawatan ini melindungi koleksi dari kerusakan.

Bacaan Lainnya

“Konservasi dilakukan agar benda-benda koleksi museum tidak mengalami kerusakan, pelapukan, atau kehilangan nilai historis, ilmu pengetahuan, dan seninya,” kata Wasis, Kamis 15 Oktober 2026.

Pengelola museum menggandeng lembaga Balakala Bhumi Apsara dari Yogyakarta guna menangani pemeliharaan benda bersejarah tersebut.

Kolaborasi Ahli Konservasi Koleksi Museum Soegarda Purbalingga

Keterbatasan tenaga konservator internal menjadi kendala utama dalam perawatan rutin koleksi bersejarah selama ini.

Petugas internal sejauh ini hanya sanggup menjalankan pembersihan kering secara berkala.

Hal ini karena ketiadaan tenaga konservator membuat perawatan rutin selain sebatas pada pembersihan kering.

“Sehingga, untuk konservasi kami menggandeng konservator,” ujarnya.

Ia menegaskan pentingnya keterlibatan tenaga ahli profesional dalam melestarikan warisan budaya.

Pembersihan rutin biasa memiliki metode berbeda dengan tindakan konservasi material artefak.

Penanganan artefak kuno membutuhkan teknik khusus yang sesuai dengan karakteristik serta kondisi fisik bahan dasar benda. Museum Soegarda a saat ini menyimpan sekitar 1.300 benda koleksi berharga.

Pemeliharaan berkala menjaga nilai estetika serta fungsi edukasi artefak bagi generasi penerus bangsa.

Kegiatan konservasi ini memastikan keberlanjutan perawatan seluruh peninggalan sejarah daerah.

Informasi mengenai total jumlah koleksi yang mendapat tindakan konservasi serta alokasi anggaran belum tertuang dalam keterangan resmi.

Meskipun demikian, kejelasan langkah pascakonservasi tetap menjadi prioritas pengelola demi menjaga kualitas koleksi.

Pengelola museum menjadwalkan pembukaan kembali akses kunjungan umum setelah kegiatan penataan berakhir pada 31 Oktober 2026.

Masyarakat luas dapat memantau pengumuman resmi pengelola terkait operasional kunjungan museum selanjutnya.

 

 

 

Pos terkait