TABLOIDELEMEN.com – Semangat berbagi dari Bupati Purbalingga, Fahmi Muhammad Hanif, lewat program “Sepasang Sepatu Sejuta Harapan” menggerakkan SMP Negeri 3 Karangreja menggelar aksi serupa.
Mengusung tajuk “Satu Guru Karyawan Satu Sepatu”, para pendidik beserta tenaga kependidikan bergotong royong menghimpun bantuan alas kaki bagi peserta didik dari keluarga prasejahtera.
Peluncuran program berlangsung pada Sabtu 25 Juli 2026 bersamaan dengan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-19 sekolah tersebut.
Lewat aksi sosial ini, pihak sekolah sukses mengumpulkan 21 pasang sepatu guna menyantuni anak-anak kurang mampu sebagai sarana membakar semangat belajar mereka.
Kepala SMP Negeri 3 Karangreja, Lelly Faizatillah, mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut bermula dari keteladanan Bupati Purbalingga yang membagikan sepatu menggunakan gaji pribadi.
Menurut Lelly, tindakan pimpinan daerah itu memperlihatkan bahwa kepedulian sosial mampu terwujud lewat langkah nyata yang melibatkan banyak orang.
“Bupati kemarin membagikan sepatu kepada siswa tidak mampu dari gajinya. Kami menangkap program baik ini dan mengintegrasikannya dengan momentum HUT ke-19 sekolah,” katanya
Melalui gerakan ini, para guru dan karyawan kami berhasil mengumpulkan bantuan sepatu untuk 21 siswa yang membutuhkan,” imbuh Lelly.
Satu Guru Karyawan Satu Sepatu
Ia menjelaskan, pihaknya menetapkan mekanisme seleksi ketat dalam menentukan penerima manfaat.
Tujuannya agar bantuan tepat sasaran, dengan memprioritaskan anak yatim dan piatu.
Serta siswa dari keluarga prasejahtera yang belum menerima Program Indonesia Pintar (PIP).
“Kami berharap bantuan tersebut mampu meringankan beban orang tua sekaligus mendongkrak rasa percaya diri anak-anak didik,” katanya.
Lelly menaruh harapan agar jiwa gotong royong lewat program “Satu Guru Karyawan Satu Sepatu” terus mengakar menjadi budaya positif institusi pendidikan.
Sinergi antara kepedulian sosial, pembentukan karakter, dan pencapaian prestasi diyakini mampu melahirkan generasi yang peduli sesama.
“Harapan kami, visi dan misi sekolah dapat tercapai secara maksimal. Yaitu mewujudkan generasi yang bertakwa, tangguh, berprestasi, dan berwawasan lingkungan,” pungkasnya.
Selain bakti sosial, perayaan hari jadi sekolah juga menampilkan beragam acara.
Seluruhnya bertujuan guna memperkuat karakter anak lewat Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Hebat.
Rangkaian lomba mencakup kreasi bekal sehat, gerak jalan, kebersihan kelas, pembuatan vlog promosi sekolah, hingga kerapian meja kerja pendidik.
Perayaan ulang tahun ini turut menjadi ajang pamer prestasi siswa selama setahun ke belakang.
Bidang kebudayaan mencatatkan prestasi membanggakan, antara lain Juara 1 Festival Tunas Bahasa Ibu tingkat Kabupaten Purbalingga.
Serta Juara 3 Geguritan tingkat Provinsi Jawa Tengah.
Deretan prestasi lain meliputi Juara 1 Maca lan Nulis Aksara Jawa tingkat kabupaten, Juara 3 Sesorah tingkat kabupaten
Harapan 1 Baca Puisi Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional, Juara 3 Baca Puisi Piala Bupati Karang Taruna, serta sejumlah gelar juara cabang olahraga pencak silat.

Menulis itu tentang mau atau tidak. Saya meyakini hambatan menulis bukan karena tidak bisa menulis, tetapi karena merasa tidak bisa menulis dengan baik
Baca update artikel lainnya di Google Berita



















