Dinarpus Purbalingga Gelar Bimtek Penulisan Konten Budaya Lokal, Sasar Pelajar dan Mahasiswa

Kepala Bidang Kebudayaan Dindikbud Purbalingga Wasis Andri Wibowo menekankan pentingnya pengangkatan potensi budaya daerah.
Kepala Bidang Kebudayaan Dindikbud Purbalingga Wasis Andri Wibowo menekankan pentingnya pengangkatan potensi budaya daerah.

TABLOIDELEMEN.com – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Dinarpus) Kabupaten Purbalingga menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) penulisan konten budaya lokal bagi pelajar dan mahasiswa, Selasa 11 Agustus 2026.

Kegiatan ini bertujuan menggali serta mendokumentasikan Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Purbalingga untuk selanjutnya menjadi buku.

Kepala Bidang Perpustakaan Dinarpus Purbalingga Ari Susanti mengatakan program tersebut menjadi langkah nyata untuk memperluas makna literasi bagi generasi muda.

“Kami ingin literasi tidak sekadar membaca atau menulis. Tetapi juga menggali budaya di Kabupaten Purbalingga untuk dikembangkan menjadi sebuah bentuk informasi kepada masyarakat,” ujar Ari Susanti.

Dalam kegiatan itu, peserta memperoleh materi dan terbagi dalam lima kelompok, masing-masing beranggotakan sepuluh orang.

Bacaan Lainnya
81 Tahun RI

Setiap kelompok akan mengobservasi kesenian Braen, Dames, Krumpyung, Manongan, serta kemahiran Ngantih.

Para mahasiswa akan menelusuri sisi historis, budaya, dan kearifan lokal dari setiap kesenian.

Sebagai bahan awal, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) telah menyediakan kajian dasar serta alamat narasumber dan sumber data rujukan.

Langkah tersebut memberi bekal agar proses observasi berlangsung terarah serta menghasilkan informasi yang kuat bagi masyarakat.

Selanjutnya, hasil observasi lapangan akan menjadi tulisan esai.

Karya tersebut kemudian masuk ke penerbit untuk proses penyuntingan hingga siap cetak sebagai buku.

Tahap ini menjadi ruang bagi peserta untuk mengasah kemampuan menulis sekaligus mengenalkan kekayaan budaya lokal kepada khalayak.

Kepala Bidang Kebudayaan Dindikbud Purbalingga Wasis Andri Wibowo menekankan pentingnya pengangkatan potensi budaya daerah.

Menurutnya, kegiatan ini menyasar penulis pemula agar peduli dan mampu menulis kebudayaan Purbalingga, khususnya WBTB yang telah mendapat penetapan.

“Saya memberikan pembekalan tentang WBTB dan bagaimana pendekatan dengan maestro kesenian masing-masing,” ungkap Wasis Andri Wibowo.

 

 

Pos terkait

Acer2026